Kabar BUMN - Lebaran tak hanya identik dengan hidangan gurih bersantan, tetapi juga berbagai kudapan manis yang selalu hadir untuk menyempurnakan momen kebersamaan.
Di Indonesia, kue kering seperti nastar dan putri salju menjadi favorit, sementara beberapa daerah memiliki sajian khasnya sendiri, seperti dodol Betawi dan gipang Cilegon.
Namun, tradisi menyajikan makanan manis saat Lebaran juga ditemukan di berbagai belahan dunia.
Baca Juga: Garuda Indonesia Hadirkan Pikachu Jet GA-2 dengan Sentuhan Batik Khas Indonesia
Maamoul: Kue Isi Kurma dari Arab Saudi
Di Arab Saudi, maamoul menjadi sajian khas Idul Fitri yang memiliki makna mendalam. Kue ini diisi dengan kurma, kenari, atau pistachio, lalu ditaburi gula halus di bagian luar.
Biasanya, maamoul dinikmati bersama teh atau kopi khas Arab dan sering kali dibuat secara turun-temurun dalam keluarga.
Baca Juga: Lebih dari 3,6 Juta Tiket Terjual, KAI Pastikan Perjalanan Lebaran 2025 Nyaman dan Bebas Asap Rokok
Watalappan: Puding Kelapa dari Sri Lanka
Dari Sri Lanka, ada watalappan, sejenis puding kelapa yang dibuat dengan Kitul Jaggery, pemanis alami dari pohon palem Kithul.
Ditambah dengan rempah-rempah seperti kapulaga dan pala, hidangan ini menjadi simbol kebersamaan dalam perayaan Lebaran.
Baca Juga: Masjid Ar Rahman Mojokerto, Tempat Ibadah Unik dengan Bentuk Kapal Pesiar
Setelah Idul Fitri, masyarakat Sri Lanka kerap membagikan watalappan kepada keluarga dan teman sebagai bentuk berbagi kebahagiaan.
Samosa Manis: Camilan Lebaran dari Maroko
Jika biasanya samosa dikenal sebagai makanan gurih, di Maroko, ada varian manisnya yang menjadi sajian khas Idul Fitri.
Baca Juga: Ayo Gasak THR Tambahan dari Telkomsel Poin! Begini Cara Ikutannya
Samosa manis ini terdiri dari filo pastry renyah berisi campuran kacang almond, kayu manis, dan gula.