Akhirnya ia mencoba menghancurkan daging sedemikian rupa lalu dibuat bola-bola kecil yang mudah digigit.
Bola-bola ini ia masak dengan kaldu hangat. Jadilah bakso yang dikenal sekarang.
Resep ini kemudian disukai warga di Fuzhou dan diturunkan terus ke generasi berikutnya.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Bakso Terenak di Solo, Kuliner yang Wajib Dicoba
Dibawa pedagang dari Tiongkok
Bakso masuk Nusantara dibawa pedagang dari Tiongkok, meskipun tidak ada catatan khusus tentang tahunnya.
Pastinya bakso berkembang luas seiring tumbuhnya kawasan pecinan dan kuliner Tiongkok lainnya.
Karena mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam, daging babi diganti dengan sapi atau ayam.
Kadang juga ikan atau udang, karena di daerah tertentu produksi ikan lebih banyak dibandingkan sapi.
Baca Juga: Tempat Makan Mie Bakso yang Rasanya Paling Juara di Bandung, Pilihan Bakso atau Isiannya Bervariasi
Sesuai karakter daerah masing-masing, bakso pun banyak beradaptasi.
Setiap daerah memiliki jenis baksonya masing-masing.
Seperti bakso Malang yang berisi bakso, siomay, dan pangsit goreng.
Ada juga bakso Karimunjawa yang terbuat dari ikan ekor kuning atau bakso balungan dari tulangan.
Baca Juga: Tidak Pernah Sepi, Ini 4 Tempat Makan Bakso Legendaris di Tasikmalaya
Penjual bakso Wonogiri
Dia antara banyak produsen dan penjual bakso, Wonogiri bisa dibilang gudangnya penjual bakso.