Kabar BUMN - Pesona alam Rammang-Rammang di Maros, Sulawesi Selatan tak cukup dinikmati hanya dalam satu kali kunjungan.
Gugusan pegunungan karst megah ini berpadu harmonis dengan kehidupan desa yang tenang.
Tentunya, lanskap yang disuguhkan tempat ini begitu menakjubkan. Bahkan telah diakui UNESCO sebagai situs warisan dunia sejak 2017.
Baca Juga: Tiket Donasi Festival Lampion Waisak 2025 Sudah Bisa Dipesan Lagi, Ini Kontaknya!
Salah satu daya tarik utama kawasan ini adalah Kampung Berua.
Desa tradisional ini dikelilingi tebing karst, yang hanya dihuni sekitar 20 keluarga yang masih memiliki hubungan kekerabatan.
Dan kampung ini menawarkan kedamaian yang sulit ditemukan di tempat lain.
Baca Juga: Okupansi dan Kunjungan Wisatawan di Kawasan ITDC Meningkat, Awal Tahun 2025 yang Positif
Pengunjung bisa menyaksikan aktivitas warga seperti bertani dan memelihara ikan, atau sekadar menikmati pemandangan matahari terbit yang memesona dari balik pegunungan.
Tak jauh dari sana, terdapat Taman Hutan Batu Kapur.
Uniknya, kawasan ini hanya bisa diakses dengan perahu.
Baca Juga: Fakta dan Sejarah Gereja Basilika Santa Maria Maggiore, Tempat Paus Fransiskus Dimakamkan
Di Taman Hutan Batu Kapur, pengunjung akan menemukan hamparan batuan kapur berusia ribuan tahun, membentuk formasi alami bak hutan batu.
Taman ini disebut-sebut sebagai yang terbesar ketiga di dunia, setelah situs serupa di Madagaskar dan Tiongkok.