Kabar BUMN - Dimulai dari 23 April sampai 3 Mei 2025 nanti, umat Hindu merayakan Galungan.
Selama masa perayaan Galungan ini masyarakat Bali akan menghiasi rumah dan daerahnya dengan penjor.
Pemasangan penjor di perayaan Galungan bukan dekorasi semata tetapi memiliki makna yang mendalam.
Perlambang kehidupan
Penjor terbuat dari batang bambu yang dihiasi daun kelapa muda yang dibentuk khusus.
Tingginya yang rata-rata sekitar 10 meter melambangkan sebuah gunung tertinggi.
Bentuk penjor yang menjulang dengan ujung yang melengkung melambangkan Gunung Agung dan pertiwi.
Penjor juga menjadi simbol kehidupan, kesejahteraan, dan keselamatan.
Dua jenis penjor
Masyarakat Bali mengenal dua jenis penjor, yaitu penjor sakral dan penjor hiasan.
Walau sama-sama menggunakan bambu dan tingginya sama, bentuk hiasan dan isi antara keduanya berbeda.
Penjor sakral dipasang untuk melengkapi perayaan keagamaan, seperti Galungan.
Baca Juga: Jelajah Kampung Nelayan di Pesisir Barat Bali, Desa Perancak, Pilihan Wisatanya Beragam dan Unik
Sementara penjor hiasan untuk dekorasi saja dan ini bisa dipasang kapan saja.
Misalnya untuk menyambut tamu, pesta kemerdekaan, dan acara-acara lainnya.