ragam

Penjor, Tiang Bambu dilengkapi Daun Kelapa Muda yang Selalu Menghiasi Bali, Termasuk Saat Galungan

Minggu, 27 April 2025 | 07:00 WIB
Penjor terbuat dari batang bambu yang dihiasi daun kelapa muda yang dibentuk khusus. (piaagungbali.com)

Penjor hiasan bisa sederhana atau sangat mewah tergantung kemampuan dan kondisi masing-masing.

Berbeda dengan penjor sakral yang wajib memenuhi unsur pelengkap acara keagamaan.

Baca Juga: Pulang Liburan Semakin Berilmu, Ini Beragam Workshop di Bali untuk Memperkaya Keahlian

Penjor bisa tampil sederhana atau mewah. (Kolase foto: pinterest.com/dasarbali.wordpress.com, denpasarkota.go.id)

Penjor khusus Galungan
Di saat Galungan, penjor sakral dipasang sehari atau tepat pada perayaan Galungan.

Rangkaian penjor sakral terdiri atas bambu, janur atau daun enau dan beberapa jenis daun lainnya.

Penggunaan bambu menjadi lambang kekuatan Dewa Brahma.

Sementara janur simbol kekuatan Hyang Mahadewa dan kelapa simbol kekuatan Hyang Rudra.

Baca Juga: Bali Perketat Aturan Wisatawan Asing, Ini yang Harus Kamu Tahu!

Penjor dilengkapi tiga jenis hasil bumi.

Yaitu pala bungkah (umbi-umbian), pala gantung (kelapa, timun, dan buah-buahan) dan pala wija (biji-bijian).

Penjor sakral juga dihiasi dengan jajan, uang kepeng, sanggah ardha candra, dan sesajian.

Sanggah ardha candra adalah kotak bambu yang digunakan sebagai tempat meletakkan sajen.

Baca Juga: Fakta Menarik Pawai Ogoh-Ogoh, Kegiatan yang Wajib Dilaksanakan dalam Rangkaian Perayaan Nyepi di Bali

Buat sendiri atau memesan
Pembuatan penjor bisa dilakukan sendiri atau memesan khusus kepada penjual.

Umumnya setiap keluarga Bali sudah punya bambunya dan menghias sendiri dengan hiasan penjor.

Halaman:

Tags

Terkini