Kabar BUMN – Candi Borobudur kembali menjadi pusat perayaan Waisak 2569 BE/2025.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, kali ini perayaan Waisak di Borobudur diisi dengan serangkaian kegiatan.
Setiap kegiatan dalam rangkaian perayaan Waisak di Borobudur memiliki makna tersendiri.
Berikut ini adalah penjelasan mengenai kegiatan-kegiatan dalam perayaan Waisak di Borobudur:
Baca Juga: Borobudur Siap Gelar Festival Lampion Waisak 2025, Baca Dulu Do’s & Don’ts-nya!
1. Thudong: Ziarah Kebaikan dari Ribuan Kilometer
Rangkaian dimulai dengan kedatangan para Bhikkhu dari berbagai negara yang melakukan ritual Thudong—sebuah perjalanan spiritual berjalan kaki ribuan kilometer.
Dengan langkah hening dan hati yang jernih, mereka menempuh perjalanan panjang sebagai latihan dalam kesederhanaan, ketabahan, dan cinta kasih universal.
Baca Juga: Waisak 2025 di Borobudur: Meski Nonton dari Luar, Rp50 Ribu Cukup Buat Nikmati Keindahan Lampion
2. Pradaksina: Menghormati Triratna di Borobudur
Sesampainya di Candi Borobudur, ribuan umat melakukan Pradaksina—prosesi mengelilingi candi searah jarum jam sebanyak tiga kali.
Ritual ini sebagai bentuk penghormatan kepada Triratna: Sang Buddha, Dharma (ajaran), dan Sangha (komunitas).
Baca Juga: Peraturan Mengikuti Perayaan Waisak di Borobudur, Pahami Agar Tidak Merusak Suasana
3. Api Dharma dan Air Berkah: Simbol Penyucian Diri