Kabar BUMN - Tidak seperti yang sedang terjadi sekarang, musim kemarau di Indonesia biasanya sangat panas dan kering.
Tradisi meminta hujan dilakukan untuk keperluan pertanian, yang menjadi sumber pendapatan masyarakat di situ.
Berikut beberapa tradisi meminta hujan yang masih dipraktikkan di Indonesia.
Baca Juga: 4 Situs Purbakala di Indonesia, Jejak Awal Peradaban Manusia
1. Gebug Ende
Tradisi ini dilakukan masyarakat Bali, tepatnya di Desa Serasa, Kabupaten Karangasem.
Ritual meminta hujan ini menjadi satu atraksi tahunan yang ditunggu-tunggu wisatawan juga.
Tradisi gebug ende sudah dilakukan zaman Kerajaan Karangasem.
Gebug ende dilakukan pada Sasih Kapat atau sekitar Oktober dan November.
Baca Juga: 4 Pulau Terluar Indonesia yang Sudah Menjadi Destinasi Wisata, Keindahan di Daerah Perbatasan
Dalam bahasa Bali, gebug artinya memukul dan ende artinya perisai.
Saat ritual, dua orang pria bertelanjang dada, hanya memakai udeng (ikat kepala), memegang rotan dan perisai.
Keduanya menari sambil saling memukul lawannya sampai saling berdarah-darah.
Dipercaya tetesan darah yang muncul menjadi berkat turunnya hujan.