Kabar BUMN - China kembali membuka peluang besar untuk mempererat hubungan internasionalnya dengan negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Kali ini, kebijakan bebas visa dan visa jangka panjang menjadi langkah strategis untuk menarik lebih banyak kunjungan.
Dua skema baru yang diumumkan pemerintah China membuat perjalananmu ke Negeri Tirai Bambu kini jadi jauh lebih mudah dan fleksibel.
Baca Juga: Faktor Keterbatasan Bahan Baku, Kuliner Betawi Ini Sekarang Semakin Langka
Visa ASEAN Berlaku hingga Lima Tahun
Sebagai bagian dari kerja sama yang semakin erat antara China dan Asia Tenggara, China memperkenalkan Visa ASEAN.
Program ini memberikan visa kunjungan multiple entry selama lima tahun kepada warga negara anggota ASEAN dan Timor Leste yang ingin berkunjung ke China, terutama untuk tujuan bisnis.
Pemegang visa ini bisa tinggal di China hingga 180 hari per kunjungan tanpa perlu mengajukan visa ulang setiap kali ingin kembali. Tak hanya untuk pemohon utama, fasilitas ini juga mencakup pasangan dan anak-anak mereka.
China Buka Peluang Transit Tanpa Visa
Kebijakan bebas visa transit selama 240 jam atau 10 hari menjadi angin segar bagi wisatawan Indonesia yang hendak melanjutkan perjalanan ke negara ketiga.
Baca Juga: Dukung Ekonomi Warga dan Lestarikan Lingkungan, PT Timah Tanam Ratusan Pohon Produktif di Karimun
Mulai 12 Juni 2025, turis yang memenuhi syarat dapat masuk ke China melalui 60 pelabuhan di 24 wilayah provinsi tanpa perlu mengurus visa transit.
Dengan kebijakan ini, Indonesia menjadi salah satu dari 55 negara yang mendapatkan fasilitas istimewa tersebut dari pemerintah China.
Perluasan Kebijakan untuk Dukung Konektivitas Global
Baca Juga: Ini Tempat-tempat Gaul di Blok M yang Sempat Berjaya dan Tinggal Kenangan
Inisiatif bebas visa transit dan visa ASEAN merupakan bagian dari upaya China untuk memperkuat pertukaran internasional dan meningkatkan mobilitas warga dunia.