ragam

4 Pelabuhan Tertua Di Indonesia, Telah Melalui Beragam Perubahan Zaman, Pemerintahan, Hingga Teknologi

Kamis, 3 Juli 2025 | 17:00 WIB
Kapal-kapal phinisi di Pelabuhan Sunda Kelapa yang sejak dulu hingga sekarang masih menjadi pelabuhan penting. (indonesia.tourism.com)

Pada masa itu Suku Mandar juga menjadikannya sebagai tempat jual beli ikan segar.

Banyak kapal Portugis datang. Setelah kedatangan VOC, terjadi persaingan antara keduanya.

Kerajaan Goa pun kemudian selalu berkonflik dengan VOC.

Saat ini pelabuhan berfungsi sebagai sentra perikanan dan tempat pelelangan ikan.

Baca Juga: Salut dan Membanggakan! Ini Waralaba Indonesia yang Buka Cabang di Luar Negeri

Sempat terabaikan, Pelabuhan Buleleng sekarang sedang dibangkitkan kembali untuk meningkatkan pariwisata. (goodnewsfromindonesia via singarajahotels.com)

4. Pelabuhan Buleleng
Untuk kawasan Sunda Kecil, Pelabuhan Buleleng jadi pelabuhan penting bagi perniagaan pada zaman dulu.

Pelabuhan terbentuk di abad ke-17 pada masa pemerintahan Kerajaan Buleleng.

Saat itu banyak pelayar asal Bugis yang membangun pemukiman dekat pantai.

Mereka juga diminta Raja Buleleng untuk memanfaatkan keahlian maritimnya di sekitaran Buleleng.

Baca Juga: 4 Perairan Indonesia yang Banyak Dituju untuk Spearfishing

Di abad 18, Belanda memfungsikan Pelabuhan Buleleng lokasi bongkar muat kapal barang.

Pelabuhan juga menjadi pintu masuk orang asing ke Bali.

Sayangnya, setelah kemerdekaan Indonesia pelabuhan ini terabaikan. Baru tahun 2000 kembali difungsikan.

Sekarang Pelabuhan Buleleng sedang dibangkitkan kembali untuk meningkatkan pariwisata.***

Halaman:

Tags

Terkini