Kabar BUMN - Dieng Culture Festival (DCF) edisi ke-15 tahun 2025 mengusung semangat baru dengan kembali menekankan budaya sebagai inti utama acara.
Setelah bertahun-tahun dikenal sebagai ajang hiburan yang memikat perhatian melalui konser Jazz Atas Awan, kini DCF memilih untuk menanggalkan elemen tersebut dari rangkaian resminya.
Langkah ini dilakukan untuk mengembalikan esensi festival yang awalnya bertujuan mengangkat budaya Dieng, khususnya tradisi ruwatan anak berambut gimbal.
Baca Juga: Garuda Muda Unggul atas Filipina, Tiga Poin Krusial di ASEAN U-23 Mandiri Cup 2025
Jazz Atas Awan Tak Lagi Jadi Bagian DCF
Meski populer dan berhasil menarik banyak pengunjung, Jazz Atas Awan tahun ini tidak dimasukkan dalam agenda resmi DCF. Popularitas acara musik tersebut dinilai telah menenggelamkan identitas budaya yang seharusnya menjadi inti festival.
Penyelenggara ingin memastikan bahwa kegiatan kebudayaan seperti pergelaran seni tradisional dan ritual khas tetap menjadi daya tarik utama yang mengundang minat wisatawan.
Bukan Lagi Agenda Karisma Event Nusantara
DCF 2025 juga tidak lagi terdaftar dalam program Karisma Event Nusantara (KEN) 2025. Tahun sebelumnya, DCF sempat masuk dalam 10 besar event KEN.
Namun kali ini, keputusan untuk keluar dari daftar tersebut dilakukan secara sadar demi memberikan ruang yang lebih fleksibel untuk menyelenggarakan festival sesuai nilai dan semangat lokal, tanpa tekanan ekspektasi nasional yang terlalu tinggi.
Baca Juga: Cuma Tukar Poin, Bisa Menang Suzuki XL7 dan Gadget Premium di Undi-Undi Hepi Telkomsel
Mengukur Minat Wisatawan Tanpa Hiburan Populer
Tahun ini akan menjadi kesempatan untuk mengukur sejauh mana antusiasme pengunjung terhadap festival yang sepenuhnya berfokus pada budaya.