Kabar BUMN - Ada malam-malam yang hanya terjadi sekali, tapi dikenang selamanya.
Itulah yang dirasakan ketika berada di Candi Prambanan saat bulan purnama menyinari langit, dan kisah legendaris Ramayana dihidupkan lewat gerak, cahaya, dan alunan gamelan dalam pertunjukan Padhang Bulan.
Ramayana Ballet Prambanan bukan hanya soal keindahan visual, tetapi juga rasa.
Baca Juga: Cegah Percaloan, ASDP Wajibkan Pengguna Pesan Tiket Online via Ferizy
Begitu mata memandang siluet candi, suara gamelan mengalun pelan, dan para penari memasuki panggung dengan langkah anggun, ada sensasi seolah waktu berhenti. Malam menjadi sakral.
Antara legenda dan kenyataan, batasnya mulai kabur.
Pengunjung tidak hanya datang untuk menonton, tapi merasakan.
Baca Juga: Pantai Semeti, Hidden Gem di Lombok dengan Panorama Bebatuan Prasejarah yang Eksotis
Mereka diajak menyelami kisah Rama dan Shinta di bawah langit terbuka, menyaksikan prosesi sesaji yang sakral, mencicipi jajanan malam khas Jawa, dan membiarkan diri larut dalam atmosfer spiritual yang sulit dilukiskan dengan kata-kata.
Pertunjukan ini bukan sekadar hiburan. Ini adalah pengalaman budaya, ruang kontemplasi, dan cara Prambanan berbicara pada generasi baru, dengan cara yang elegan dan menyentuh hati.
Ramayana Ballet Prambanan edisi Padhang Bulan hanya digelar satu malam saja, Minggu, 10 Agustus 2025 pukul 22.00 WIB, di panggung terbuka Candi Prambanan.