Setelah sampai, kamu akan menemukan area parkir yang cukup luas untuk kendaraan roda dua maupun empat.
Baca Juga: Ingin Pindah dari Indonesia? Ada Negara-negara yang Siap Beri Bantuan!
Tiket masuk ke kawasan wisata ini dibanderol Rp 25 ribu per orang. Goa Rajo buka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 17.00 WITA, kecuali saat Hari Raya Nyepi.
Sebelum loket tiket, kamu juga bisa menemukan beberapa warung makan untuk mengisi tenaga sebelum menjelajahi alam.
Jejak Sejarah dan Peran Warga Lokal
Baca Juga: Ingin Pindah dari Indonesia? Ada Negara-negara yang Siap Beri Bantuan!
Sebelum jadi destinasi wisata, Goa Rajo dulunya adalah tempat meditasi warga Desa Adat Jahem. Gua ini dulunya bisa ditelusuri hingga 100 meter, namun kini hanya bisa dimasuki sekitar 20 meter saja karena tertutup bebatuan.
Nama Goa Rajo sendiri sudah dikenal sejak lama, meskipun asal-usulnya tidak begitu jelas.
Warga lokal terinspirasi dari pengembangan tempat wisata Tukad Cepung yang juga berada di Bangli.
Baca Juga: BULOG dan POLRI Mantapkan Kolaborasi untuk Percepat Penyaluran Beras Murah SPHP ke Masyarakat
Mereka kemudian membangun jalan setapak dan membuat kolam agar kawasan ini lebih menarik untuk wisatawan.
Upaya tersebut berhasil, karena kini Goa Rajo menjadi salah satu destinasi favorit turis asing.
Suasana Petualangan yang Tak Terlupakan
Baca Juga: Rayakan Hari Kemerdekaan di Puncak Gunung! Ini Tips Aman dan Seru untuk Pendaki Pemula
Selama perjalanan menuju air terjun, kamu akan merasakan nuansa petualangan lewat jalan setapak sempit dan jembatan kayu yang harus dilintasi. Suara serangga dan rimbunnya pepohonan membuat atmosfer terasa alami dan damai.