Kabar BUMN - Pagi hari di Danau Tamblingan selalu menghadirkan suasana yang tak bisa ditemukan di tempat lain.
Saat kabut tipis turun dan perlahan menyelimuti permukaan air, lanskap seketika berubah menjadi dunia yang penuh misteri sekaligus menenangkan.
Air yang tenang memantulkan siluet pepohonan hutan tropis, sementara suara alam yang lirih melengkapi kesan magis.
Baca Juga: Khas Parapat Hotel Turut Sukseskan The Lake Toba GP 2025, Hadir sebagai Official Catering
Keindahan Tamblingan yang terletak di lereng Gunung Lesung, Buleleng, Bali ini tak hanya terletak pada panoramanya.
Danau ini menyimpan kisah dan nilai budaya yang hidup di masyarakat sekitar.
Di tepiannya berdiri pura-pura kuno yang hingga kini masih dijaga kesuciannya.
Baca Juga: BI Rate Turun, Bank Mandiri Perkuat Peran Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Bagi warga lokal, Tamblingan bukan sekadar destinasi wisata, melainkan ruang spiritual yang memiliki kaitan erat dengan sejarah dan keyakinan leluhur.
Konon, airnya dulu dipercaya bisa menjadi ramuan penyembuh, sebuah simbol hubungan manusia dengan alam.
Pengunjung bisa menikmati danau dengan beragam cara.
Baca Juga: Cicilan Tetap Jadi Andalan, Pembiayaan Konsumer BSI Tumbuh Positif
Menumpang jukung tradisional yang melintas pelan di atas air, trekking melewati hutan rimbun yang sejuk, camping seru, atau sekadar duduk menyaksikan kabut yang menari di antara pepohonan.