Kabar BUMN - Kalau kamu mencari destinasi wisata sejarah dan seni di Jakarta, pameran NYALA: 200 Tahun Perang Diponegoro bisa jadi pilihan menarik.
Acara ini digelar di Galeri Nasional Indonesia, menghadirkan berbagai karya seni yang berkaitan dengan perjuangan Pangeran Diponegoro.
Yang paling istimewa, pengunjung bisa melihat langsung lukisan asli Raden Saleh yang biasanya tersimpan di Istana Kepresidenan.
Baca Juga: Brantas Abipraya Percepat Pembangunan Tol IKN Seksi 3A untuk Dukung Konektivitas Berkelanjutan
Harga Tiket dan Cara Masuk
Untuk masuk ke pameran, kamu perlu membeli tiket di loket yang berada di area pintu masuk. Sistem registrasi sudah modern, menggunakan barcode, dan pembayaran bisa dilakukan sesuai jumlah tiket yang dipesan.
Harga tiketnya cukup terjangkau: Rp25.000 untuk anak usia 3–12 tahun, Rp50.000 untuk pengunjung dewasa, dan Rp100.000 bagi warga negara asing.
Baca Juga: Jelajah Sejarah di Pameran NYALA: 200 Tahun Perang Diponegoro, Ini Harga Tiketnya!
Sementara itu, anak di bawah usia 3 tahun serta lansia di atas 60 tahun bisa masuk gratis. Tiket ini juga sudah termasuk akses masuk ke kawasan Galeri Nasional Indonesia.
Aturan yang Harus Diketahui
Setiap pengunjung akan mendapatkan gelang tanda masuk setelah membeli tiket. Sebelum masuk ruang pameran, tas dan barang bawaan wajib dititipkan di loker yang tersedia.
Baca Juga: ASDP Torehkan Pertumbuhan Positif di Semester I-2025
Beberapa aturan lain juga perlu diperhatikan, seperti larangan membawa makanan dan minuman, larangan menyentuh karya yang dipamerkan, serta pembatasan penggunaan tripod dan flash kamera saat mengambil foto.
Dengan begitu, karya seni tetap aman dan nyaman untuk dinikmati.
Pesona Lukisan Legendaris Raden Saleh
Baca Juga: Pertamina Drilling Dorong Pemuda Papua Jadi SDM Migas Bersertifikasi
Lukisan penangkapan Pangeran Diponegoro karya Raden Saleh menjadi pusat perhatian pameran ini. Lukisan tersebut dibuat pada tahun 1857, sekitar 27 tahun setelah peristiwa penangkapan sang pangeran di Magelang pada 28 Maret 1830.