ragam

Kampung Arab di Indonesia, Bertahan di Tengah Perubahan dan Urbanisasi

Senin, 15 September 2025 | 13:00 WIB
Di Pekalongan, kampung Arab berada di kelurahan Klego, Poncol, dan paling besar di Sugihwaras. (dedyzebua.com)

Kabar BUMN - Sejak ratusan tahun lalu, negara ini telah didatangi beragam etnik di dunia, salah satunya dari Arab.

Warga Arab ini awalnya masuk ke Nusantara untuk usaha, berdagang, atau menyebarkan agama.

Perlahan pendatang Arab ini menetap hingga kemudian menciptakan satu komunitas besar di wilayah tertentu.

Meskipun sekarang keberadaan keturunan Arab ini lebih menyebar, perkampungan awal itu masih tersisa.

Baca Juga: Tidak Hanya Satu Jenis, Sate Madura Ternyata Beragam, Kebanyakan Belum Populer di Daerah Lain

1. Kampung Arab Pekalongan
Di Pekalongan, kampung Arab berada di kelurahan Klego, Poncol, dan paling besar di Sugihwaras.

Perkampungan ini diperkirakan sudah berdiri sejak abad 18.

Saat ulama Hadramaut Habib Husein bin Salim Alatas datang dan membangun masjid (sekarang Masjid Wakaf).

Kedatangannya disusul pedagang Arab, kebanyakan dari Yaman, dan menjadi pedagang kain.

Baca Juga: 4 Tempat Kuliner yang Direkomendasikan di Imogiri, Yogyakarta

Gelombang besar imigran Arab ke Ampel terjadi tahun 1820, yang banyak datang dari Yaman Selatan. (wisatakita.com)

2. Kampung Arab Ampel
Diperkirakan orang Arab datang ke kawasan Ampel, Surabaya, sekitar tahun 1451.

Selain berdagang juga untuk mendengarkan wali di sana, yaitu Sunan Ampel atau Raden Rahmad Rahmatulah.

Gelombang besar imigran Arab ke Ampel terjadi tahun 1820, yang banyak datang dari Yaman Selatan.

Kalau ke perkampungan ini sekarang bisa ke makam Sunan Ampel dan Hotel Kemajoen, cagar budaya yang unik.

Halaman:

Tags

Terkini