Kabar BUMN - Palembang merupakan kota dengan masyarakat multietnis, termasuk etnis Tionghoa, yang masuk sejak abad 9.
Di zaman Belanda, orang Tionghoa mendapat jabatan penting dalam pemerintahan sebagai Kapitan.
Di Sumatra Selatan, kapitan dari etnis Tionghoa ini mendiami satu wilayah di dekat Sungai Musi.
Tidak lagi dihuni, tetapi sisa-sisa peninggalannya masih bisa ditemukan, dengan nama Kampung Kapitan.
Baca Juga: Destinasi Wisata Menarik di Sumatera Selatan
Pemimpin komunitas Tionghoa
Tionghoa merupakan salah satu etnis besar yang tersebar di banyak wilayah Indonesia.
Di zaman dulu, pemerintah Belanda mengangkat seorang kapitan, terutama Kapitan Cina dan Kapitan Arab.
Pengangkatannya untuk menjaga ketentraman masyarakat, antara pribumi dan pendatang.
Baca Juga: Rekomendasi Tempat Makan Legendaris di Palembang
Warga etnis tersebut diberi jabatan militer seperti Letnan dan Mayor.
Mereka diberi tanggung jawab memegang peran penting dalam pemerintahan lokal.
Seperti mengumpulkan pajak dan menjaga ketertiban kawasan mereka.
Baca Juga: Tempat Wisata di Musi Rawas, Sumatra Selatan, 4 Jam Perjalanan dari Palembang
Artikel Terkait
Warisan Budaya Cheng Ho di Indonesia, Laksamana Muslim dari Tiongkok yang Melegenda
Danau Kaolin, Bekas Tambang di Bangka Belitung yang Menjelma Jadi Tempat Wisata dengan Pemandangan Menakjubkan
3 Tempat Wisata Gratis dan Murah Meriah Menyenangkan di Solo
Nikmati Damainya Danau Toba: 4 Penginapan Estetik dari Villa Asri hingga Kabin Modern
Tempat Wisata di Musi Rawas, Sumatra Selatan, 4 Jam Perjalanan dari Palembang
Weekacura Waterfall, Surga Tersembunyi di Tengah Sawah Sumba yang Bikin Jatuh Hati