Kampung Kapitan, Palembang, Kawasan Tempat Tinggal Serdadu Tiongkok di Zaman Hindia Belanda

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Senin, 26 Mei 2025 | 15:30 WIB
Di Kampung Kapitan, Palembang, masih tersisa rumah kapitan dengan arsitektur perpaduan Tionghoa dan Melayu.  (rri.co.id)
Di Kampung Kapitan, Palembang, masih tersisa rumah kapitan dengan arsitektur perpaduan Tionghoa dan Melayu. (rri.co.id)

Kabar BUMN - Palembang merupakan kota dengan masyarakat multietnis, termasuk etnis Tionghoa, yang masuk sejak abad 9.

Di zaman Belanda, orang Tionghoa mendapat jabatan penting dalam pemerintahan sebagai Kapitan.

Di Sumatra Selatan, kapitan dari etnis Tionghoa ini mendiami satu wilayah di dekat Sungai Musi.

Tidak lagi dihuni, tetapi sisa-sisa peninggalannya masih bisa ditemukan, dengan nama Kampung Kapitan.

Baca Juga: Destinasi Wisata Menarik di Sumatera Selatan

Pemimpin komunitas Tionghoa
Tionghoa merupakan salah satu etnis besar yang tersebar di banyak wilayah Indonesia.

Di zaman dulu, pemerintah Belanda mengangkat seorang kapitan, terutama Kapitan Cina dan Kapitan Arab.

Pengangkatannya untuk menjaga ketentraman masyarakat, antara pribumi dan pendatang.

Baca Juga: Rekomendasi Tempat Makan Legendaris di Palembang

Warga etnis tersebut diberi jabatan militer seperti Letnan dan Mayor.

Mereka diberi tanggung jawab memegang peran penting dalam pemerintahan lokal.

Seperti mengumpulkan pajak dan menjaga ketertiban kawasan mereka.

Baca Juga: Tempat Wisata di Musi Rawas, Sumatra Selatan, 4 Jam Perjalanan dari Palembang

Koleksi peninggalan Kapitan yang telah berusia ratusan tahun dan masih tersimpan di Kampung Kapitan. (indonesiakaya.com)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini