Baca Juga: Ragam Hidangan dengan Unsur Matcha di Kyoto, Varian Menunya Lebih Unik dari Lainnya
Posisi rumah sangat ditentukan dengan hari kematian orang tua.
Bila orang tua meninggal pada hari Senin, maka rumah menghadap ke barat.
Jika meninggal hari Selasa maka rumah menghadap ke timur.
Karena itu juga pola perumahan di desa osing sering tidak beraturan.
Baca Juga: Nikmati Serunya Camping di Alam Terbuka, Ini Tips Bertahan Tanpa Fasilitas Penunjang
Saksikan festival, menginap, rasakan kulinernya
Di Desa Wisata Adat Osing Kemiren, orang juga bisa menyaksikan sejumlah pertunjukan seni.
Misalnya Tari Gandrung, pertujukan musik angluk paglad (alat musik dari bambu).
Atau pun Burdah (seni musik dan bernyanyi yang melantukan pujian, terutama dari kitab Al-Barzanji).
Baca Juga: Mau Kunjungi Spanyol? Jangan Asal Merokok, Aturan Baru Bisa Bikin Kantong Bolong
Guna melestarikan budaya suku Osing, setiap tahunnya selalu digelar festival tahunan.
Di saat itu, bisa saja menginap di rumah tradisional suu Osing, yang beberapa sudah dijadikan homestay.
Jangan lupa, merasakan seluruh kuliner khas Osing yang beragam dan agak berbeda dari kuliner Jawa lainnya.
Baca Juga: 10 Pantai Pasir Putih di Gunungkidul yang Wajib Masuk Bucket List Liburanmu