Lebih Dekat dengan Penduduk Asli Banyuwangi, Tradisi, dan Budayanya, di Desa Wisata Adat Osing Kemiren

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Rabu, 17 September 2025 | 07:00 WIB
Dengan melancong ke Desa Wisata Adat Osing Kemiren bisa melihat adat dan tradisi suku Osing yang unik. (yukbanyuwangi.co.id)
Dengan melancong ke Desa Wisata Adat Osing Kemiren bisa melihat adat dan tradisi suku Osing yang unik. (yukbanyuwangi.co.id)

Baca Juga: Ragam Hidangan dengan Unsur Matcha di Kyoto, Varian Menunya Lebih Unik dari Lainnya

Posisi rumah sangat ditentukan dengan hari kematian orang tua.

Bila orang tua meninggal pada hari Senin, maka rumah menghadap ke barat.

Jika meninggal hari Selasa maka rumah menghadap ke timur.

Karena itu juga pola perumahan di desa osing sering tidak beraturan.

Baca Juga: Nikmati Serunya Camping di Alam Terbuka, Ini Tips Bertahan Tanpa Fasilitas Penunjang

Salah satu atraksi wisata yang ditawarkan di Desa Wisata Adat Osing Kemiren, Banyuwangi, yakni belajar musik tradisional. (@desa_kemiren via wisata.online)

Saksikan festival, menginap, rasakan kulinernya
Di Desa Wisata Adat Osing Kemiren, orang juga bisa menyaksikan sejumlah pertunjukan seni.

Misalnya Tari Gandrung, pertujukan musik angluk paglad (alat musik dari bambu).

Atau pun Burdah (seni musik dan bernyanyi yang melantukan pujian, terutama dari kitab Al-Barzanji).

Baca Juga: Mau Kunjungi Spanyol? Jangan Asal Merokok, Aturan Baru Bisa Bikin Kantong Bolong

Guna melestarikan budaya suku Osing, setiap tahunnya selalu digelar festival tahunan.

Di saat itu, bisa saja menginap di rumah tradisional suu Osing, yang beberapa sudah dijadikan homestay.

Jangan lupa, merasakan seluruh kuliner khas Osing yang beragam dan agak berbeda dari kuliner Jawa lainnya.

Baca Juga: 10 Pantai Pasir Putih di Gunungkidul yang Wajib Masuk Bucket List Liburanmu

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini