ragam

Gang-gang Sempit di Jakarta yang Sudah Lama Terkenal Sebagai Surganya Kuliner

Jumat, 19 September 2025 | 10:00 WIB
Tak hanya kuliner non-halal, yang halal pun banyak dijual di Gang Gloria, Glodok. (ladiestory.id)

Yang terkenal mie belitung, cempedak goreng, ci cong fan, soto tangkar Pak Jumantan dan mipan (kue tepung beras).

Baca Juga: Pantai Pelang, Tempat Wisata Komplit di Trenggalek yang Tawarkan View Laut, Sendang, hingga Air Terjun

Meskipun tak seramai dulu, kuliner di Jalan Jaksa sesekali perlu dicoba. (Flickr/BudgetCouple)

3. Jalan Jaksa
Gang atau tepatnya Jalan Jaksa sudah muncul sejak zaman penjajahan Belanda.

Namanya demikian karena kala itu kawasan ini ditempati mahasiswa Rechts Hogeschool Batavia (Akademi Hukum Jakarta).

Sebelum pandemi, masih bisa menemukan bar dan pub, mengingat Jalan Jaksa merupakan kawasan turis backpacker.

Sekarang di jalan ini terdapat restoran lokal, convience store Family Mart, dan beberapa coffee shop kecil.

Baca Juga: Tiketnya Murah, Wana Mukti Siguede Suguhkan Pemandangan Setara Negeri Atas Awan

Sangat jauh dari kesan mewah, tapi banyak kuliner di Gang Kelinci, Pasar Baru, yang diburu orang. (commons.wikimedia.org/Midori)

4. Gang Kelinci
Gang ini dekat Pasar Baru, Jakarta Pusat. Berdiri sejak 1820 seiring tumbuhnya Pasar Baru.

Daerah ini jadi populer karena adanya restoran Bakmi Gang Kelinci yang berdiri tahun 1957.

Meskipun udah punya banyak cabang, toko pertamanya di Gang Kelinci masih dipertahankan.

Interiornya pun masih seperti dulu sehingga memberi kesan nostalgia bagi pelanggan lama.***

Halaman:

Tags

Terkini