ragam

Tidak Hanya Belanja, di Desa Wisata Kerajinan Tangan di Yogyakarta Ini Juga Bisa Belajar

Rabu, 24 September 2025 | 15:30 WIB
Di Desa Wisata Brajan, Sendangagung Minggir, Sleman, Yogyakarta, bisa belajar membuat kerajinan dari bambu. (Instagram/@erwinriz_)

Desa Krebet
Bila kerajinan batik biasanya menggunakan kain, berbeda dengan di desa Krebet, Bantul.

Perajin di desa ini membuat batik di atas kayu.

Jenis kayu yang digunakan, antara lain mahoni, klepu, dan segon, yang banyak tumbuh di daerah Bantul.

Kreasi yang dihasilkan dari topeng kayu batik, wayang, patung, bingkai cermin, gantungan kunci, dan lainnya.

Baca Juga: Gunung Pegat, Tempat Wisata Underrated di Sukoharjo yang Tawarkan View Sunrise dan Sunset Menakjubkan

Desa Manding
Seperti Garut, Desa Manding, Bantul, ini tempat penghasil produksi kulit terbaik di Yogyakarta.

Awalnya ada tiga pemuda yang bekerja di perusahaan kulit produsen pelana dan pakaian.

Ketiganya kemudian membuat sendiri produk itu, diikuti penduduk desa lain hingga berjumlah 100 perajin.

Produk yang dihasilkan, seperti tas, dompet, sabuk, jaket, hingga produk kustom sesuai pesanan pembeli.

Baca Juga: Pecinta Jazz Merapat! The Papandayan Jazz Fest 2025 Segera Hadir Oktober Ini

Kotagede
Bisa dibilang Kotagede merupakan kota pengerajin yang paling terkenal di Yogyakarta.

Tempat ini pusatnya perajin perak yang banyak dikunjungi turis lokal dan mancanegara.

Ada banyak toko kerajinan perak yang bisa dikunjungi dan rata-rata punya perajin dan bengkel sendiri.

Baca Juga: Belum Banyak yang Tahu, Pantai Suluban di Bali Tawarkan Suasana Tenang yang Cocok untuk Kaum Introvert

Barang yang dihasilkan tidak sebatas aksesoris saja tetapi beragam.

Hingga ke ornamen, hiasan rumah, peralatan rumah tangga, dan cenderamata.

Ciri khas perak Kotagede adalah penggunaan motif daun, bunga teratai dan tumbuhan.***

Halaman:

Tags

Terkini