Kabar BUMN - Banyak orang merasa tergoda untuk langsung memencet jerawat ketika muncul di wajah.
Rasanya memang mengganggu, apalagi kalau ukurannya cukup besar dan bikin percaya diri menurun.
Namun, kebiasaan ini justru bisa membawa masalah baru pada kulitmu.
Baca Juga: MotoGP Mandalika 2025, Warga NTB dan ASN Dapat Keistimewaan Harga Tiket
Risiko Infeksi yang Mengintai
Memencet jerawat dengan tangan sering kali dilakukan tanpa memperhatikan kebersihan.
Bakteri yang ada di tangan bisa masuk ke pori-pori yang terbuka sehingga memperparah peradangan. Alih-alih sembuh lebih cepat, jerawat bisa bertambah merah, bengkak, dan sakit.
Baca Juga: Pantai Indah di Banyuwangi Ini Tersembunyi di Tengah Hutan, Pemandangannya Bikin Kagum
Bekas Jerawat Sulit Hilang
Salah satu akibat yang paling ditakuti dari kebiasaan memencet jerawat adalah munculnya bekas luka atau bopeng.
Tekanan pada kulit dapat merusak jaringan di sekitarnya sehingga meninggalkan noda hitam atau parut permanen. Kondisi ini biasanya lebih sulit diatasi dibanding jerawat itu sendiri.
Baca Juga: PIEP Gelar IIF 2025, Dorong Inovasi Menuju Pertumbuhan dan Keberlanjutan Global
Penyebaran Jerawat ke Area Lain
Ketika jerawat dipencet, isi dari jerawat bisa menyebar ke kulit sekitar. Hal ini bisa memicu jerawat baru di area yang sebelumnya bersih.
Jadi, satu jerawat bisa berubah menjadi banyak jika kamu terbiasa memencetnya.
Baca Juga: Saksikan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 Gratis, Tukar Poin MyPertamina Jadi Tiket Premium!
Rasa Nyeri yang Tak Perlu
Selain risiko jangka panjang, memencet jerawat juga membuat rasa sakit semakin terasa.