Dari endapan laut purba
Bledug kuwu sering disebut fenomena gunung api lumpur.
Ini terjadi karena adanya air dan lumpur yang keluar dari endapan laut purba dalam tanah.
Tekanan yang kuat dari dalam bumi menyebabkan lumpur menyembur keluar sampai ketinggian 3 meter.
Biasanya saat mengeluarkan letupan ini akan diikuti dengan asap putih.
Baca Juga: Pulau Karampuang, Si “Pulau Buaya” yang Jadi Surga Snorkeling di Mamuju
Letupan ini biasanya berlangsung setiap 2-3 menit. Gelembung lumpurnya berdiameter 650 meter.
Biasanya fenomena letupan yang keras ini terjadi di pagi buta atau udara sedang dingin dan mendung.
Uniknya, lumpur yang disemburkan di Bledug Kuwu mengandung garam.
Legenda Aji Saka
Masyarakat Grobogan percaya kalau Bledug Kuwu muncul dari legenda Aji Saka.
Konon di Kerajaan Medang Kamula tersebutlah raja peemakan daging manusia, Dewata Cengkar.
Satu hari ia ditantang Ajisaka.
Bila kalah, raja bisa memakan dagingnya, tapi kalau menang, Ajisaka bisa mendapatkan tanah sebesar ikat kepalanya.
Baca Juga: Dekat dari Sirkuit Mandalika, Bukit Merese Tawarkan Panorama Alam Lombok yang Memukau
Ternyata Ajisaka menang dan raja tidak sadar kalau ikat kepala itu ajaib karena bisa meluas berhektare-hektare.