Kabar BUMN - Yogyakarta kembali menghadirkan daya tarik baru yang tak hanya berfungsi sebagai infrastruktur, tapi juga destinasi wisata.
Jembatan Pandansimo resmi diuji coba pada akhir September 2025 dan menjadi penghubung vital antara Kulon Progo dan Bantul.
Kehadiran jembatan ini digadang-gadang akan memperlancar mobilitas warga sekaligus menarik perhatian wisatawan.
Baca Juga: Dukung Kesuksesan MotoGP Mandalika 2025, Pelindo Memastikan Layanan Pelabuhan Lembar Optimal
Jembatan Terpanjang di DIY
Jembatan Pandansimo membentang sepanjang 1,9 km dan tercatat sebagai jembatan terpanjang di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Letaknya berada di jalur jalan lintas selatan (JJLS) yang dikenal sebagai akses penting bagi transportasi antarwilayah. Dengan keberadaan jembatan ini, perjalanan antara Bantul dan Kulon Progo kini bisa lebih singkat dan lancar.
Baca Juga: PLN Resmi Bangun PLTS Terapung 92 MWp di Waduk Saguling, Jawa Barat
Sentuhan Budaya dalam Desain
Tidak hanya menjadi sarana transportasi, jembatan Pandansimo juga hadir dengan sentuhan seni khas lokal.
Ornamen gunungan pewayangan dan motif batik menghiasi desain jembatan, menambah kesan ikonik sekaligus memperkuat identitas budaya Yogyakarta. Tak heran bila jembatan ini diprediksi bakal jadi spot foto favorit wisatawan yang melintas.
Baca Juga: Gokil! Aplikasi Baru Gebrakan Pemerintah All Indonesia Permudah Wisatawan Masuk ke Tanah Air
Uji Coba dan Evaluasi
Uji coba jembatan dilakukan mulai Senin, 29 September 2025 hingga Sabtu, 4 Oktober 2025. Pada hari pertama, akses dibuka pukul 09.00–18.00 WIB, sementara pada hari-hari berikutnya mulai pukul 06.00–18.00 WIB.
Selama masa uji coba, petugas rutin melakukan patroli guna memastikan keamanan pengguna jalan. Hasil uji coba ini nantinya dijadikan dasar evaluasi sebelum jembatan beroperasi penuh.
Baca Juga: Forum Humas BUMN Berbagi Pengetahuan terkait Komunikasi Korporasi dengan Mahasiswa Binus
Larangan Aktivitas Berjualan
Untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan, pemerintah daerah juga mengimbau agar area sekitar jembatan terbebas dari aktivitas berjualan.