Daerah ini menjadi pemukiman antara tahun 1910 sampai 1920.
Sebagian besar bangunannya kombinasi gaya Cina dan Eropa.
Banyak ruko jadul yang bangunan bawahnya untuk toko atau restoran, bagian atas menjadi rumah.
Baca Juga: Jadilah Pecinta Alam Sejati, Jangan Tinggalkan Sampah Saat Mendaki Gunung, Ini Caranya
Biasanya arsitekturnya bergaya Eropa, interiornya khas peranakan seperti lampion atau ornamen Cina lainnya.
Salah satu bangunan yang aestetik di Tan Hiok Nee adalah Red House.
Posisinya berada di hook dengan warna merah cerah.
Selain itu, di kawasan ini terdapat sejumlah restoran terkenal, salah satunya Marrybrown.
Baca Juga: Keliling Bandung Tanpa Bayar Tiket Masuk? Ini 7 Spot Gratis yang Seru!
Wisata kuliner
Sejak ditetapkan sebagai daerah heritage, semakin banyak tempat makan di Tan Hiok Nee.
Meskipun begitu, yang melegenda tetap ramai dikunjungi pelanggan dan turis.
Misalnya, Hiap Joo Bakeri yang berdiri sejak tahun 1919.
Baca Juga: Jogja Menyala Lagi! Festival 1001 Lampion Terbang Parangtritis 2025 Siap Menghipnotis Pengunjung
Menu andalannya banana cake yang dipanggang dengan oven kayu.