Diperkirakan ada sekitar 123 penjual jamu di Desa Wisata Jamu Kiringan.
Awalnya warga menanam sendiri Tanaman Obat Keluarga untuk mempermudah mendapat bahan baku jamu.
Baca Juga: Ampupu Kembar Kintamani, Spot Alam Kekinian di Antara Gunung dan Danau
Mereka meracik dan menjual jamu secara berkeliling atau dengan konsep digendong.
Di desa ini orang tidak hanya bisa mempelajari aneka tanaman obat tapi juga melihat proses peracikan jamu.
Selain jamu yang dibuat secara tradisional, tersedia juga model jamu instan bubuk yang praktis.
Baca Juga: 6 Jenis Jajanan Kaki Lima yang Bisa Ditemukan di Manila, Filipina
3. Kampoeng Djamoe Organik
Sering disingkat KaDo, Kampoeng Djamoe Organik adalah kawasan taman organik milik PT Martina Berto.
Selain memproduksi kosmetik, tempat ini menyediakan beragam minuman jamu dan perawatan tradisional.
Semua bahan bakunya diambil dari Kampoeng Djamoe Organik.
Baca Juga: Gili Kedis, Si Mini Eksotis yang Tawarkan Sensasi Pulau Pribadi di Lombok
Taman yang berada di Cikarang ini memiliki luas 10 hektare.
KaDo juga berfungsi sebagai pusat pendidikan lingkungan.
Pengunjung bisa belajar tentang tanaman penyembuhan juga melihat proses pengolahannya.