ragam

Tidak Hanya Minum, di Tempat Wisata Ini bisa Belajar Tanaman dan Ramuan Jamu Tradisional

Kamis, 16 Oktober 2025 | 13:00 WIB
Desa Wisata Jamu Gendong Kiringan, Bantul, Jogja. (Jogjakartour.com)

Diperkirakan ada sekitar 123 penjual jamu di Desa Wisata Jamu Kiringan.

Awalnya warga menanam sendiri Tanaman Obat Keluarga untuk mempermudah mendapat bahan baku jamu.

Baca Juga: Ampupu Kembar Kintamani, Spot Alam Kekinian di Antara Gunung dan Danau

Mereka meracik dan menjual jamu secara berkeliling atau dengan konsep digendong.

Di desa ini orang tidak hanya bisa mempelajari aneka tanaman obat tapi juga melihat proses peracikan jamu.

Selain jamu yang dibuat secara tradisional, tersedia juga model jamu instan bubuk yang praktis.

Baca Juga: 6 Jenis Jajanan Kaki Lima yang Bisa Ditemukan di Manila, Filipina

Kampoeng Djamoe Organik, disingkat KaDo, merupakan kawasan hijau yang didirikan Martha Tilaar. (Facebook/Kampoeng Djamoe Organik Martha Tilaar )

3. Kampoeng Djamoe Organik
Sering disingkat KaDo, Kampoeng Djamoe Organik adalah kawasan taman organik milik PT Martina Berto.

Selain memproduksi kosmetik, tempat ini menyediakan beragam minuman jamu dan perawatan tradisional.

Semua bahan bakunya diambil dari Kampoeng Djamoe Organik.

Baca Juga: Gili Kedis, Si Mini Eksotis yang Tawarkan Sensasi Pulau Pribadi di Lombok

Taman yang berada di Cikarang ini memiliki luas 10 hektare.

KaDo juga berfungsi sebagai pusat pendidikan lingkungan.

Pengunjung bisa belajar tentang tanaman penyembuhan juga melihat proses pengolahannya.

Halaman:

Tags

Terkini