ragam

Bukan Sekadar Kolam Tua, Petirtaan Watugede Menjadi Oase Sejarah di Tengah Modernitas Malang

Senin, 20 Oktober 2025 | 13:00 WIB
Di antara batu-batu tua dan air yang tak pernah kering, Petirtaan Watugede menyimpan kisah Ken Dedes dan kejayaan Singhasari.

Kabar BUMN - Di tengah kesibukan dan modernitas Kota Malang yang terus tumbuh, ada satu tempat yang masih menjaga napas masa lalu dengan tenang, yaitu Petirtaan Watugede.

Lebih dikenal sebagai Petirtaan Ken Dedes, situs ini seolah menjadi ruang jeda dari hiruk pikuk kota, menghadirkan kesejukan yang berpadu dengan kisah sejarah yang begitu kental.

Air di petirtaan ini jernih dan dingin, mengalir lembut di antara bebatuan kuno yang telah berdiri berabad-abad lamanya.

Baca Juga: Ketika Bukit Bertemu Laut: Pesona Tenang Pantai Karang Bolong Kebumen

Warga sekitar meyakini, sumber airnya tidak pernah kering, bahkan di musim kemarau.

Tak sedikit pengunjung yang datang bukan hanya untuk menikmati keindahan alamnya, tetapi juga untuk merasakan suasana spiritual yang seolah masih menyelimuti kawasan ini.

Petirtaan Watugede dipercaya berdiri sejak abad ke-13, masa kejayaan Kerajaan Singhasari.

Baca Juga: Pelita Air Buka Kesempatan Eksklusif: Terbang Gratis Premium Class untuk Kreator Terpilih

Tempat ini dahulu menjadi area khusus bagi para putri raja untuk membersihkan diri, termasuk sosok legendaris Ken Dedes, perempuan bijak yang kelak melahirkan garis keturunan besar di Nusantara.

Kisah tentang kecantikannya yang bercahaya konon menjadi simbol kesucian dan kebesaran hati.

Kini, rimbunnya pepohonan di sekitar petirtaan memberi suasana teduh dan damai.

Pertirtaan Watugede, sebuah oase sejarah di tengah modernitas Malang.

Baca Juga: Waktu Hampir Habis! BTN Buka Lowongan Treasury Market Research untuk Profesional Berpengalaman

Beberapa bagian situs masih terawat dengan baik, ada sumur kuno, arca berbentuk manusia berkepala kera, hingga palinggih yang masih digunakan umat Hindu untuk bersembahyang.

Halaman:

Tags

Terkini