Yang menarik, di dalam kawasan hutan terdapat zona konservasi lebah trigona serta area pengomposan alami.
Baca Juga: Wisata ke Tanjung Selor, Kalimantan Utara, Kaya Budaya dan Pemandangan Indah
Keduanya menjadi bagian dari upaya edukasi lingkungan, mengajarkan pentingnya menjaga ekosistem di tengah kota yang serba cepat dan padat.
Dengan tiket masuk hanya Rp3.000, siapa pun bisa menikmati kesejukan dan ketenangan yang ditawarkan tempat ini.
Banyak pengunjung datang untuk jogging pagi, piknik sore, atau sekadar duduk di tepi danau sambil menikmati semilir angin.
Baca Juga: PLN Nusantara Power Raih Empat Penghargaan ASEAN Energy Awards 2025
Hutan Kota Srengseng bukan sekadar ruang terbuka hijau, ini adalah simbol bahwa di tengah hiruk pikuk beton dan kendaraan, Jakarta masih menyisakan ruang untuk bernapas, menenangkan diri, dan menyatu dengan alam.***