Kabar BUMN - Kanker kelenjar getah bening atau limfoma merupakan salah satu jenis kanker yang menyerang sistem limfatik, yaitu bagian dari sistem kekebalan tubuh yang berfungsi melawan infeksi.
Penyakit ini bisa menyerang siapa saja dan sering kali baru terdeteksi ketika sudah berkembang cukup jauh.
Padahal, semakin cepat kanker ini diketahui, semakin besar peluang untuk sembuh. Yuk, pelajari tanda-tanda dan cara mendeteksi kanker kelenjar getah bening sejak dini agar kamu bisa lebih waspada.
Baca Juga: Pantai Logending, Gerbang Barat Kebumen yang Menyimpan Keindahan Tersembunyi
Kenali Tanda-tanda Awalnya
Gejala awal kanker kelenjar getah bening sering kali tidak terlalu menonjol, tapi ada beberapa tanda yang perlu kamu perhatikan. Salah satu yang paling umum adalah munculnya benjolan di area leher, ketiak, atau pangkal paha yang terasa keras namun tidak nyeri.
Selain itu, penderita juga bisa mengalami penurunan berat badan tanpa sebab jelas, demam berulang, keringat berlebih di malam hari, serta mudah lelah. Jika kamu mengalami kombinasi gejala ini dalam waktu lama, sebaiknya segera periksa ke dokter.
Baca Juga: BULOG Raih Gelar “National Food Security and Resilience Champion” di CNN Indonesia Awards 2025
Pemeriksaan Fisik dan Riwayat Medis
Langkah pertama dalam mendeteksi kanker kelenjar getah bening biasanya dimulai dari pemeriksaan fisik oleh dokter. Dokter akan meraba area leher, ketiak, dan pangkal paha untuk mencari pembesaran kelenjar.
Selain itu, dokter juga akan menanyakan riwayat kesehatanmu, termasuk apakah kamu pernah mengalami infeksi tertentu atau memiliki faktor risiko lain seperti riwayat keluarga dengan penyakit serupa.
Tes Penunjang untuk Diagnosis
Untuk memastikan adanya sel kanker, dokter dapat merekomendasikan beberapa pemeriksaan tambahan. Pemeriksaan darah dilakukan untuk melihat tanda-tanda infeksi atau kelainan pada sel darah.
Sementara itu, prosedur biopsi, yaitu pengambilan sampel jaringan kelenjar getah bening, menjadi cara paling akurat untuk memastikan adanya sel kanker. Tes pencitraan seperti CT scan atau PET scan juga sering digunakan untuk mengetahui sejauh mana penyebaran kanker di dalam tubuh.
Baca Juga: Ketua Dewan Pers Apresiasi AJP 2025 Sebagai Inkubator Lahirnya Insan Pers Hebat
Deteksi Dini Lewat Pemeriksaan Rutin
Pendeteksian dini sangat penting terutama bagi kamu yang memiliki risiko tinggi, misalnya karena faktor genetik atau paparan zat kimia tertentu.