Kabar BUMN - Dalam beberapa tahun terakhir, diet tepung atau yang dikenal sebagai flourless diet semakin populer di kalangan masyarakat yang ingin hidup lebih sehat dan menjaga berat badan ideal.
Diet ini bukan sekadar tren sesaat, melainkan gaya hidup yang menekankan pada pola makan alami dengan menghindari tepung olahan—terutama tepung terigu putih—yang sering menjadi penyebab meningkatnya kadar gula darah, obesitas, hingga risiko penyakit kronis.
Baca Juga: Lembah Lohe, Camping Ground di Gowa yang Tawarkan Pemandangan Menakjubkan
Apa Itu Diet Tepung?
Diet tepung adalah pola makan yang membatasi atau bahkan menghindari sepenuhnya konsumsi makanan berbahan dasar tepung olahan, seperti roti, mie, kue, biskuit, donat, dan makanan cepat saji lainnya.
Sebagai gantinya, diet ini mengutamakan karbohidrat kompleks dan alami, seperti nasi merah, quinoa, oat, singkong, ubi, serta buah dan sayuran segar.
Menurut ahli gizi, mengurangi konsumsi tepung olahan dapat membantu tubuh mengontrol kadar gula darah dan meningkatkan metabolisme.
Pasalnya, tepung putih yang sudah melalui proses penggilingan cenderung kehilangan serat dan nutrisi penting, sehingga cepat meningkatkan kadar glukosa dalam tubuh.
Baca Juga: Tempat Wisata di Desa Tiwingan Lama, Kalimantan Selatan, Salah Satunya Mirip Raja Ampat
Panduan Lengkap Menjalankan Diet Tepung
1. Hindari Makanan Olahan Berbahan Tepung Putih
Langkah pertama adalah mengeliminasi makanan seperti roti putih, mie instan, pasta, gorengan dengan tepung, serta kudapan manis seperti kue dan donat.
2. Ganti dengan Sumber Karbohidrat Alami
Pilih bahan makanan yang belum melalui proses pengolahan berat.
Anda bisa mengganti roti dengan kentang rebus, nasi putih dengan nasi merah, atau tepung terigu dengan tepung almond, tepung kelapa, maupun tepung singkong.
3. Perbanyak Serat dan Protein