ragam

4 Gedung Bersejarah yang Dilindungi di Makasar, Paling Tua Didirikan Abad ke 15

Jumat, 14 November 2025 | 10:00 WIB
Awalnya dikenal dengan Klenteng Ma Tjo Poh. Namanya diubah ke Vihara Ibu Agung Bahari pada 1997. (Google/E “Ben-Ari” Ariesandy)

Benteng Fort Rotterdam, Makassar. (lagaligo-disbudpar.sulselprov.go.id)

2. Benteng Fort Rotterdam
Didirikan Raja Gowa IX, Karaeng Tumapa'risi Kallona tahun 1545, awalnya bangunan terbuat dari bata.

Tahun 1667, sesuai Perjanjian Bongaya, pemerintah kolonial Belanda menggantinya dengan batu padas.

Benteng terdiri atas 16 bangunan. Luasnya 21.253 meter persegi dengan 5 bastion (tempat pertahanan arteleri).

Yaitu bastion Bone, bastion Bacan, bastion Amboina, bastion Mandarsyah dan bastion Buton.

Baca Juga: Curug Arjuna, Keindahan Alam Tersembunyi di Garut yang Memesona

4. Gedung Dewan Kesenian Sulsel
Dibangun 1896 sebagai gedung pertemuan kelompok elit orang asing dan bangsawan.

Di gedung yang dulu dinamai Societeit de Harmoni ini sering digelar pesta, pertunjukan sandiwara, dan musik.

Gedung ini mengalami beberapa kali perubahan fungsi, seperti Balai Pertemuan Masyarakat.

Lalu, gedung pemerintahan, hingga akhirnya menjadi gedung kesenian.***

Halaman:

Tags

Terkini