Kabar BUMN - Menjelang libur akhir tahun, dataran tinggi Wonosobo menawarkan salah satu destinasi yang sempurna untuk melepas penat.
Udara sejuk, panorama hijau yang menyejukkan mata, serta nuansa alam yang masih alami membuat siapa pun betah berlama-lama di sini.
Salah satu lokasi yang menarik untuk dikunjungi adalah kebun teh bersejarah yang sudah ada sejak masa kolonial Belanda, Kebun Teh Tambi.
Baca Juga: Eksklusif dan Mewah, Meruorah Komodo Labuan Bajo Dinobatkan Hotel Premium Terbaik 2025
Dilansir KabarBUMN.com dari Bob.kemenparekraf.go.id, terletak di desa Tambi, Kecamatan Kejajar, kebun teh ini tetap mempertahankan pesonanya meski telah berusia lebih dari 150 tahun.
Pada zaman dahulu, kebun teh ini menjadi pusat perdagangan rempah dan sumber ekonomi penting bagi masyarakat sekitar.
Meski begitu, perawatannya tetap menjaga keaslian alam, tanpa melakukan banyak perubahan besar.
Baca Juga: Skid Tank LPG Diberangkatkan, Pertamina Patra Niaga Sumbagut Bantu Warga Sibolga dan Nias
Panorama di kebun teh ini semakin memukau dengan latar belakang Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing.
Suhu malam hari bisa sangat dingin, bahkan kadang muncul fenomena es tipis yang menempel pada daun teh dan rumah warga.
Di siang hari, meski daerah lain terasa panas, area perkebunan tetap sejuk, cocok untuk bersantai dan “ngadem” dari hiruk-pikuk kota.
Kebun teh ini memiliki luas sekitar 830 hektar, dengan ketinggian 800–2000 meter di atas permukaan laut.
Aktivitas panen masih dilakukan secara tradisional, dengan para pekerja wanita yang membawa bakul di punggung mereka.