Kabar BUMN - Pulau Mansinam, lokasinya dekat Manokwari, menjadi saksi sejarah masuknya agama Kristen di Papua pada akhir abad 18.
Sisa dan jejak sejarah itu bisa didapati di Pulau Mansinam, termasuk gereja tua yang bisa dikunjungi.
Pulau Mansinam merupakan pulau kecil dengan luas 392 hektare.
Baca Juga: Liburan Akhir Tahun Hemat di Bandung: 7 Destinasi Seru yang Ramah Kantong
Jaraknya sekitar 6 kilometer dari Manokwari atau sekitar 15-20 menit saja.
Kebanyakan orang menaiki perahu kayu motor dari Pelabuhan Manokwari untuk ke Pulau Mansinam.
Saat menyeberang bisa melihat keindahan Teluk Doreri dan kalau beruntung lumba-lumba yang melintas.
Baca Juga: Bekas Area Tambang di Sumatra yang Diubah Menjadi Tempat Wisata Alam dan Sejarah
Misionaris Jerman
Orang asing yang pertama kali masuk ke Pulau Mansinam adalah dua orang misionaris dari Jerman.
Yaitu Carl William dan Goltolb Geisller (Ottow dan Geisller) pada tahun 1855.
Awalnya kedatangannya tidak disambut baik tetapi karena kegigihan dua misionaris ini penduduk setempat luluh.
Mereka tertarik mempelajari Injil dan menganut agama Kristen.
Baca Juga: Natal di Perantauan Tanpa Keluarga: Aktivitas Seru untuk Mengisi Momen
Dua misionaris ini tidak hanya mengajarkan injil tapi juga peradaban pada penduduk.
Tempat pendaratan mereka di pantai sekarang dipasang Tugu Salib Besar dengan tinggi 6 meter.
Dibalik prasasti terpampang relief yang menggambarkan proses kedatangan Ottow dan Geisller.