ragam

Bangunan-Bangunan Ikonik dan Tertua di Jakarta, Umurnya Lebih dari 100 Tahun

Kamis, 1 Juni 2023 | 12:30 WIB
Bagian dalam Gedung Kesenian Jakarta (DOK. dinaskebudayaanjakarta.go.id)

Kabar BUMN - Tepat pada tangal 22 Juni 2023 ibukota tercinta merayakan hari jadi yang ke 496. Lebih tua dari umur negara ini, karena Jakarta salah satu kota lama yang sudah ada jauh sebelum kemerdekaan RI.

Jakarta mengalami pergantian nama beberapa kali mulai dari nama Sunda Kelapa, Jayakarta, Batavia dan akhirnya Jakarta.

Walau sudah menjadi kota modern dengan puluhan bangunan pencakar langit, Jakarta masih menyimpan sisa-sisa bangunan tua yang umurnya sudah lebih dari 100 tahun.

Baca Juga: Warisan Budaya yang Tak Ternilai, Candi-Candi Peninggalan Kerajaan Buddha di Indonesia

1. Hotel Sriwijaya
Hotel Sriwijaya yang berada di jalan Veteran sudah berdiri sejak tahun 1863. Lokasinya di pojok jalan Rijswik (jalan Veteran) dan Citadelwerg (Veteran I).

Awalnya bangunan ini adalah milik Condrad Alexander Willem Cavadino. Di bangunan ini ia memulai usahanya sebagai restoran.

Tahun 1972 restoran Cavadino berubah jadi Hotel Cavadino. Hotel ini menjadi tempat menginap orang Belanda dan Eropa lainnya.

Baca Juga: Libur Panjang Tidak Bisa Bepergian? Lakukan Saja Aktivitas Outdoor Bersama Seluruh Anggota Keluarga

Hotel ini bertahan sampai tahun 1898 lalu berubah nama jadi Hotel du Lion d'Or. Lalu berubah lagi menjadi Park Hotel di tahun 1941. Baru tahun 1950-an hotel ini berubah nama jadi Hotel Sriwijaya.

Pemiliknya pun terus berganti. Tahun 1975 pemiliknya adalah Al Jufri.

Walau sudah mengalami renovasi tahun 1999, sisa-sisa bangunan lamanya masih dipertahankan. Bisa dibilang hotel Sriwijaya adalah hotel tertua di Jakarta.

Baca Juga: 7 Tips Mempersiapkan Diri Sebelum Menjalani Psikotes dalam Proses Rekrutmen dari Pertamina

2. Museum Fatahillah
Menjadi landmark Kota Tua, museum Fatahillah dulunya adalah Stadhuis atau balai kota pemerintahan Hindia Belanda.

Didirikan tahun 1707 sesuai perintah Gubernur Jenderal Joan van Hoorn. Bangunan ini terinspirasi Istana Dam di Amsterdam.

Dulunya museum Fatahillah digunakan sebagai kantor, ruang pengadilan, sementara ruang bawah tanahnya jadi penjara.

Halaman:

Tags

Terkini