Baca Juga: Libur Panjang Tidak Bisa Bepergian? Lakukan Saja Aktivitas Outdoor Bersama Seluruh Anggota Keluarga
Pada tradisi masyarakat Betawi sendiri kue cucur sering dihidangkan pada acara khusus seperti upacara pernikahan dan aqiqah.
Kue ini terbuat dari tepung beras dan gula jawa yang digoreng. Bentuknya pipih dengan bagian tengah yang sedikit tebal.
3. Kue Rangi
Ini salah satu makanan tradisional Betawi yang rasanya sangat nikmat namun semakin sulit ditemukan.
Sekilas kue rangi mirip dengan kue pancong atau bandros karena bentuk cetakannya. Walau pun kue rangi ukurannya lebih kecil dan bahan dasarnya pun berbeda.
Kue rangi terbuat dari parutan kelapa muda dicampur dengan tepung sagu sehingga menghasilkan rasa yang lembut dan kenyal. Ketika dihidangkan dicampur dengan saus gula merah yang kadang dicampur dengan potongan nangka.
Baca Juga: 13 Drama Korea Terbaik yang Mengisahkan Romansa di Tempat Kerja
4. Asinan Betawi
Bagi Anda yang suka makanan yang segar dan pedas tentu kenal dengan asinan Betawi. Camilan yang satu ini mendapat pengaruh dari budaya Tionghoa.
Dinamakan asinan karena dalam pembuatannya terdapat proses pengawetan yang mengunakan cuka dan garam untuk membuat makanan lebih awet.
Asinan Betawi terdiri atas toge, timun, kol, lokio, lobak, sawi asin, kol dan kerupuk mi. Sementara bumbu kuahnya didominasi kuah kacang yang dicampur cuka aren, udang kering, dan cabe.
Baca Juga: Agar Tetap Nyaman saat Liburan, Berikut 5 Tips Datang ke Festival Lampion Waisak Borobudur 2023
5 . Semur Jengkol
Semur jengkol adalah salah satu makanan Betawi yang paling populer. Makanan ini mendapat pengaruh dari Tionghoa , Belanda, dan Timur Tengah.
Nama semur sendiri diambil dari bahasa Belanda, smoor (semur), yaitu teknik memasak daging dengan api kecil yang lama.
Bila menu Belanda mengunakan daging sapi maka semur khas Betawi ini mengunakan jengkol.