Kabar BUMN - Tahun 2026 menjadi momen yang pas untuk kembali menjelajah alam Yogyakarta, salah satunya ke Gunung Api Purba Nglanggeran di Gunungkidul.
Destinasi ini terus diminati karena menawarkan pendakian singkat, panorama unik, dan akses wisata yang semakin tertata.
Dengan konsep pendakian Tektok, kamu bisa menikmati pengalaman naik gunung tanpa harus menginap.
Baca Juga: Magang Sekretaris Perusahaan di PT Produksi Film Negara, Pengalaman Langsung Dunia Korporasi
Harga Tiket Masuk Gunung Nglanggeran 2026
Di tahun 2026, tarif masuk Gunung Api Purba Nglanggeran masih tergolong ramah di kantong. Untuk pendakian siang hari, pengunjung dikenakan biaya Rp15.000 per orang.
Jika memilih pendakian malam atau berencana camping, tarifnya Rp20.000 per orang, sementara Camping Ground Bejo dipatok sekitar Rp35.000 dengan fasilitas dasar seperti toilet, lampu, dan air bersih.
Baca Juga: Konsistensi Rasa Bon Ami Surabaya Terjaga Berkat Pasokan Gas Bumi PGN yang Stabil dan Andal
Jam Buka Pendakian yang Fleksibel
Salah satu keunggulan Gunung Nglanggeran pada 2026 adalah jam operasionalnya yang terbuka 24 jam setiap hari.
Kamu bebas menentukan waktu kunjungan, baik pagi hingga sore untuk menikmati lanskap alam, maupun malam hari untuk berburu sunrise dari puncak atau bermalam di area camping yang tersedia.
Baca Juga: 4 Destinasi Terbaik 2026 untuk Runcation di Asia, Olahraga Lari Plus Berwisata
Alasan Tektok Nglanggeran Populer di 2026
Pendakian Tektok di Gunung Nglanggeran tetap menjadi favorit di 2026 karena jalurnya relatif pendek dan aman bagi pemula. Waktu tempuh yang singkat membuatnya cocok untuk kamu yang ingin mendaki tanpa persiapan rumit.
Meski demikian, jalur berbatu dan celah sempit antar bongkahan batu tetap memberi sensasi petualangan yang seru.
Baca Juga: Waskita Karya Kerjakan Kerjakan Proyek Sekolah Rakyat di Sumsel dengan Kontrak Rp719,25 Miliar
Panorama Alam dari Ketinggian
Dengan ketinggian sekitar 700 meter di atas permukaan laut, puncak Gunung Nglanggeran menyuguhkan pemandangan yang memanjakan mata.