Dari atas, kamu bisa melihat Embung Nglanggeran, perbukitan hijau, hingga bentang alam khas Gunungkidul. Bentuk gunung yang memanjang dengan batu-batu raksasa juga menjadi spot foto favorit wisatawan di tahun 2026.
Baca Juga: Kemajuan Pabrik Nikel Vale di Pomalaa Mendapat Apresiasi MIND ID
Jejak Gunung Api Purba yang Mendunia
Gunung Nglanggeran dikenal sebagai salah satu gunung api purba tertua di Indonesia dengan usia mencapai puluhan juta tahun.
Dulunya terbentuk dari aktivitas vulkanik di dasar laut, lalu terangkat akibat proses geologi. Nilai sejarah alam inilah yang membuat Nglanggeran diakui sebagai kawasan warisan geologi dan terus menarik minat wisata edukasi hingga 2026.
Baca Juga: PLN EPI Bekerja Sama dengan Perusahaan Korea Perkuat Bioenergi dan Rantai Pasok Biomassa Nasional
Legenda Lokal yang Tetap Lestari
Selain keindahan alam, kisah rakyat juga menjadi daya tarik Nglanggeran. Cerita tentang asal-usul nama gunung, Kampung Pitu yang dihuni tujuh kepala keluarga, hingga mata air yang dipercaya tak pernah kering masih hidup dalam kepercayaan masyarakat setempat.
Unsur budaya ini menambah pengalaman wisata yang berbeda bagi pengunjung.
Baca Juga: PNM Akan Memperkuat Pelayanan Berbasis Customer Experience di 2026
Tips Mendaki Gunung Nglanggeran di 2026
Agar pendakian berjalan lancar, gunakan sepatu trekking untuk menghindari licin di jalur batu. Bawa air minum minimal satu liter dan perlengkapan secukupnya agar tidak memberatkan perjalanan.
Penting juga untuk mengikuti arahan petugas dan menjaga kelestarian alam selama berada di kawasan wisata.
***