ragam

Istana Siak Sri Indrapura, Pintu Masuk ke Kejayaan Kesultanan Siak di Masa Lalu, Kini Terbuka untuk Umum

Selasa, 13 Januari 2026 | 11:30 WIB
Istana Siak yang berdiri megah di Siak Sri Indrapura ini dibangun pada masa Sultan ke 11, Sultan Assayaidis Syarief Hasyim Abdul Jalil Syaifuddin (berkuasa 1889-1908). (Instagram/@syir_08)

Baca Juga: 10 Tempat Wisata Ikonik di Kuala Lumpur, Malaysia yang Tak Boleh Dilewatkan

Penggantinya Sultan Siak ke-12, Tengku Sulung Syarif Kasim.

Ketika hari kemerdekaan RI, Sultan Siak ke-12 mengibarkan bendera merah putih di Istana.

Ia bertemu Bung Karno dan menyatakan bergabung dengan Indonesia.

Tengku Sulung Syarif Kasimjuga menyerahkan 10 ribu gulden dan mahkota kerajaan.

Baca Juga: Ragam Kuliner Oman, Bagian Kuliner Arab Timur yang Berbumbu dan Selalu Dimakan Hangat-hangat

Nama lengkap Istana Siak, Istana Asserayyah Al Hasyimiah artinya Istana Matahari Timur. Istana mengambil gaya arsitektur kombinasi Melayu Arab dan Melayu. (backpackerjakarta.com)

Istana Matahari Timur
Istana Siak dibangun saat kesultanan mengalami masa kejayaan terutama di bidang ekonomi.

Pada masa itu Sultan Siak bahkan sempat berkunjung ke Jerman dan Belanda.

Nama lengkap Istana Siak, Istana Asserayyah Al Hasyimiah artinya Istana Matahari Timur.

Istana ini mengambil gaya arsitektur kombinasi Melayu Arab dan Melayu.

Baca Juga: 7 Jajanan Tradisional yang Wajib Dicicipi Saat ke Pasar Gede Solo

Bangunannya dihiasi pilar bulat dan dihiasi dengan burung garuda.

Sementara jendela dan pintu bermodel kubah dengan hiasan mozaik kaca.

Istana Siak terdiri atas dua lantai dengan bentuk bangunan segi empat silang.

Ada 15 ruangan dengan enam ruang berada di lantai dasar, seperti ruang sidang dan ruang menerima tamu.

Baca Juga: Wisata Aman ke Oman, Menguak Kekayaan Kekayaan Alam, Budaya, dan Sejarahnya

Halaman:

Tags

Terkini