ragam

Fakta di Balik Makanan Bakaran dan Risiko Kanker, Mitos atau Fakta?

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:45 WIB
Fakta di balik makanan bakaran dan risiko kanker, mitos atau fakta? Simak penjelasan lengkap, risiko sebenarnya, dan tips aman mengonsumsinya. (Freepik)

Kabar BUMN - Makanan bakaran selalu punya tempat tersendiri di lidah banyak orang. Aroma khas dari proses pembakaran sering membuat hidangan terasa lebih menggugah selera, mulai dari sate, ikan bakar, hingga daging panggang.

Namun, di balik kelezatannya, muncul kekhawatiran soal dampak kesehatan, terutama anggapan bahwa makanan bakaran bisa meningkatkan risiko kanker.

Isu ini kerap menimbulkan pro dan kontra. Ada yang menganggapnya berbahaya, ada pula yang menilai risikonya berlebihan. Untuk menjawabnya, penting memahami apa yang sebenarnya terjadi pada makanan saat proses pembakaran.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem Tak Terduga Bisa Ganggu Liburan, Ini Tips Aman yang Perlu Kamu Siapkan

Apa yang Terjadi Saat Makanan Dibakar

Proses memasak dengan suhu tinggi, khususnya pembakaran langsung di atas api, dapat memicu terbentuknya senyawa kimia tertentu.

Senyawa ini muncul ketika protein dan lemak bereaksi dengan panas berlebih. Kondisi tersebut biasanya terjadi ketika makanan dibakar terlalu lama atau hingga bagian permukaannya menghitam.

Baca Juga: Kinerja Operasional Positif, Volume Penumpang Kereta Cepat Whoosh Terus Tumbuh Selama 2025

Paparan senyawa ini dalam jumlah besar dan jangka panjang memang dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan kesehatan, termasuk kanker.

Namun, risikonya tidak muncul secara instan dan sangat dipengaruhi oleh seberapa sering serta bagaimana cara makanan tersebut diolah.

Benarkah Makanan Bakaran Selalu Berbahaya?

Baca Juga: Program Magang PT Telkom Infrastruktur Indonesia Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftarnya di Sini

Tidak semua makanan bakaran otomatis menjadi ancaman bagi kesehatan. Risiko cenderung meningkat jika makanan sering dikonsumsi dalam kondisi gosong atau dibakar dengan api besar secara langsung.

Asap hasil pembakaran lemak yang menetes ke bara api juga dapat menempel kembali ke makanan dan menambah paparan zat berisiko.

Sebaliknya, makanan bakaran yang dimasak dengan suhu lebih terkontrol dan tidak sampai hangus memiliki risiko yang jauh lebih rendah. Artinya, cara memasak memegang peranan penting dalam menentukan dampaknya bagi tubuh.

Baca Juga: Istana Siak Sri Indrapura, Pintu Masuk ke Kejayaan Kesultanan Siak di Masa Lalu, Kini Terbuka untuk Umum

Cara Lebih Aman Menikmati Makanan Bakaran

Kamu tetap bisa menikmati makanan bakaran tanpa rasa khawatir berlebihan dengan beberapa langkah sederhana.

Halaman:

Tags

Terkini