Ini mengacu pada posisi candi yang ada tempat lebih tinggi dibandingkan areal sawah di sekililingnya.
Candi memiliki struktur seperti Candi Pari.
Baca Juga: Rekomendasi Coffee Shop untuk WFC di Bintaro, Suasana dan Kekuatan Wifinya Mendukung
Ukurannya tidak terlalu besar. Sayangnya, sekarang beberapa bagian sudah rusak.
Bentuk candi lebih mirip kotak segi empat dari tumpukan batu batu.
Pada zaman Majapahit candi ini berfungsi sebagai tempat ibadah.
Ini bisa dibuktikan dengan adanya sisa-sisa dupa di dekat batu kecil di sekitar Candi Lemah Duwuh.
Baca Juga: Makna Malam Nisfu Syaban dan Beragam Hikmah yang Dipercaya Membawa Keberkahan
Dipercaya sakral
Candi Lemah Duwur dipercaya masyarakat sebagai candi sakral sehingga orang tidak boleh sembarangan.
Dulu sempat ada warga setempat yang mencuri batu batu candi, lalu segera mengembalikannya.
Karena setelah mencuri, pencurinya mendapat mimpi buruk dan diminta mengembalikan batu bata curiannya.
Baca Juga: 5 Minuman Tradisional Malaysia, Teh Tarik Tetap yang Terpopuler
Ada pula yang menderita sakit setelah mengambil bata-bata tesebut.
Di percaya juga kalau candi ini dijaga ular besar yang dijuluki Ular Kendang.