ragam

Rayakan Imlek 2026 di Jogja: 5 Destinasi Bernuansa Tionghoa yang Seru untuk Keluarga

Minggu, 8 Februari 2026 | 11:00 WIB
Ilustrasi - Rayakan Imlek 2026 di Jogja dengan mengunjungi kampung pecinan, klenteng bersejarah, hingga event Imlek modern yang cocok untuk liburan keluarga. (klook.com)

Kabar BUMN - Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 bisa jadi momen pas untuk quality time bareng keluarga sambil liburan. Kalau kamu ingin suasana yang hangat, penuh budaya, sekaligus mudah dijangkau, Yogyakarta layak masuk daftar tujuanmu.

Kota ini punya banyak kawasan dan destinasi yang lekat dengan sejarah serta tradisi Tionghoa, mulai dari kampung pecinan, klenteng bersejarah, hingga pusat perbelanjaan dengan event tematik Imlek.

Berikut ini lima tempat di Jogja yang bisa kamu kunjungi untuk merasakan nuansa Imlek 2026 dengan cara yang berbeda. Urutan destinasi disusun acak supaya kamu punya gambaran yang lebih variatif.

Baca Juga: Saat Arsip Usai Bertugas, Hutama Karya Pastikan Pemusnahan Sesuai Aturan

Kampung Ketandan, Ikon Perayaan Imlek di Jogja

Kampung Ketandan dikenal luas sebagai pusat perayaan Imlek di Yogyakarta. Lokasinya berada di kawasan Malioboro, tepatnya di utara Pasar Beringharjo, sehingga sangat mudah dijangkau wisatawan. Kawasan ini bisa kamu kunjungi kapan saja karena buka 24 jam.

Sejak tahun 2006, Kampung Ketandan rutin menjadi lokasi Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta setiap perayaan Imlek.

Biasanya, acara ini diisi dengan festival kuliner, pertunjukan seni tradisional seperti wayang potehi, hingga atraksi barongsai. Gapura bergaya Tionghoa di pintu masuk kampung juga menjadi spot favorit untuk foto bersama keluarga.

Baca Juga: Promo Awal Tahun, Beli Tiket KAI di BRImo Berhadiah Cashback Menarik

Kelenteng Fuk Ling Miau, Jejak Sejarah di Jantung Kota

Kelenteng Fuk Ling Miau beralamat di Jalan Brigjen Katamso No.3, Prawirodirjan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta. Tempat ibadah ini buka setiap hari pukul 07.00–20.00 WIB dan terbuka untuk umum sebagai sarana edukasi budaya.

Kelenteng ini memiliki keterkaitan erat dengan sejarah Keraton Yogyakarta. Bangunannya dulunya merupakan rumah yang dibangun oleh Sri Sultan Hamengku Buwana II untuk permaisuri yang berasal dari Tiongkok.

Nama Fuk Ling Miau sendiri memiliki makna “kelenteng berkah tiada tara”. Sejak tahun 2010, bangunan ini resmi ditetapkan sebagai Cagar Budaya dan menjadi salah satu kelenteng Tridharma tertua di Jogja.

Baca Juga: Lowongan Magang Pengelolaan Keuangan IFG, Kesempatan Emas Masuk Holding BUMN

Kampung Pajeksan, Pecinan Tua di Sekitar Malioboro

Berada di kawasan Jalan Pajeksan, Malioboro, Kampung Pajeksan merupakan salah satu kawasan pecinan yang terletak di pusat Kota Yogyakarta. Area ini bisa kamu kunjungi kapan saja karena buka 24 jam dan cocok untuk jalan santai bersama keluarga.

Sejarah mencatat masyarakat Tionghoa telah tinggal di kawasan ini sejak sekitar 200 tahun lalu, berdampingan dengan wilayah Ketandan dan Beskalan.

Halaman:

Tags

Terkini