Kabar BUMN - Di perayaan Imlek, pertunjukan barongsai salah satu momen yang ditunggu hampir semua orang.
Barongsai atau lion dance sudah muncul sejak zaman Dinasti Nan (420-589 M).
Barongsai dibawakan dua orang yang berperan jadi singa. Satu memegang kepala dan satu menjadi tubuh dan ekor.
Sepintas mirip, tetapi setiap negara punya keunikan dan aliran baronsai yang berbeda-beda.
Baca Juga: Buka Puasa Sekalian Liburan? Ini Cara Santai Menikmati Ramadan
Indonesia
Pertunjukan barongsai di Indonesia kebanyakan beraliran barongsai selatan dipengaruhi asal warganya.
Sebagian besar keturunan Tionghoa di Indonesia berasal dari Hokkien atau Tiongkok Selatan.
Gaya barongsai ini bisa ditemukan juga di Taiwan dan Provinsi Fujian.
Barongsai selatan asalnya dari Guangdong dengan ciri bentuk kepala singa dibuat dari kertas papier-mache.
Baca Juga: Rayakan Imlek 2026 di Jogja: 5 Destinasi Bernuansa Tionghoa yang Seru untuk Keluarga
Di kepalanya ada tanduk, tubuhnya dari kain yang dihiasi bulu-bulu, kakinya dua atau empat.
Gerakan barongsai selatan ini lebih dinamis.
Saat menari, singanya sering menggerakkan kepala dengan hentakan keras dan meloncat-loncat.
Musik pengiringnya pun lebih dinamis karena menggunakan drum, simbal, dan gong.
Baca Juga: Menyambut Imlek, Saatnya Menjelajah Kuliner Legendaris Jakarta