Kabar BUMN - Dubai kembali mencuri perhatian dunia sebagai destinasi internasional favorit.
Sepanjang 2025, kota ini mencatat lonjakan kunjungan wisatawan yang signifikan dari berbagai negara.
Pertumbuhan ini bukan hanya soal angka, tetapi juga mencerminkan kemudahan akses dan sistem perjalanan yang semakin ramah bagi turis, termasuk dari Indonesia.
Baca Juga: UMKM Binaan Pertamina Bersinar di INACRAFT 2026, Raih Transaksi Miliaran Rupiah
Rekor Baru Kunjungan Wisatawan Internasional
Berdasarkan data resmi Dubai Department of Economy and Tourism (DET) yang dirilis Rabu (11/2/2026), sebanyak 19,59 juta wisatawan internasional berkunjung ke Dubai sepanjang 2025.
Angka tersebut meningkat lima persen dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 18,72 juta kunjungan.
Capaian ini menandai tiga tahun berturut-turut Dubai membukukan rekor pertumbuhan sektor pariwisata. Bahkan pada Desember 2025 saja, lebih dari dua juta wisatawan tercatat masuk ke kota tersebut, menunjukkan lonjakan signifikan di akhir tahun.
Baca Juga: UMKM Binaan Pertamina Bersinar di INACRAFT 2026, Raih Transaksi Miliaran Rupiah
Bandara Dubai Jadi Penghubung Utama Dunia
Salah satu faktor penting di balik pertumbuhan ini adalah konektivitas udara yang kuat.
Pada Februari 2026, Dubai International Airport (DXB) kembali menjadi bandara tersibuk di dunia untuk penerbangan internasional, dengan hampir 4,9 juta kursi penerbangan terjadwal dalam satu bulan.
Posisi Dubai sebagai hub penerbangan global memudahkan wisatawan dari berbagai benua untuk singgah maupun menjadikan kota ini sebagai destinasi utama. Ketersediaan rute yang luas membuat perjalanan menjadi lebih fleksibel dan efisien.
Baca Juga: Ramadhan Kitchen Take Over, Kolaborasi The Manohara Hotel Yogyakarta dan Yassalam Arabian Resto
Kebijakan Visa yang Fleksibel dan Praktis
Kemudahan akses ke Dubai juga diperkuat oleh kebijakan visa yang semakin ramah wisatawan.
Pemerintah setempat menyediakan berbagai pilihan visa, mulai dari single entry, multiple-entry, hingga fasilitas visa on arrival bagi warga dari 87 negara.