Air dalam filosofi Tiongkok melambangkan rezeki dan kemakmuran.
Hujan dianggap sebagai simbol keberkahan yang “turun dari langit”.
Baca Juga: 4 Trik yang Bisa Dilakukan untuk Menambah Jaringan atau Networking di Dunia Kerja
Rintik hujan dipercaya membawa kesuburan, kelimpahan, dan awal yang baik untuk tahun yang baru.
Bahkan, dalam kepercayaan tradisional, hujan di hari pertama Imlek diyakini sebagai tanda bahwa rezeki akan mengalir sepanjang tahun.
Tak heran jika sebagian masyarakat justru merasa lega atau senang ketika hujan turun di hari perayaan.
Baca Juga: Selain Pisang, Ini 5 Jenis Kolak Nusantara yang Sering Ada Saat Ramadan
Bagaimana Jika Tidak Turun Hujan?
Lantas, apa yang terjadi jika Imlek berlangsung tanpa hujan?
Secara ilmiah, tidak ada dampak khusus.
Cuaca cerah hanya berarti kondisi atmosfer saat itu lebih stabil atau berada dalam jeda hujan.
Baca Juga: Jumlah Kalori dalam Segelas Kopi yang Berbeda-beda Varian
Dari sisi budaya pun, tidak turunnya hujan bukan pertanda buruk.
Makna keberuntungan dalam Imlek lebih banyak ditentukan oleh doa, niat baik, kebersamaan keluarga, serta tradisi seperti berbagi angpao dan menikmati hidangan simbolis.
Dengan kata lain, hujan memang sering hadir karena faktor musim, namun makna Imlek tetaplah tentang harapan, pembaruan, dan keberuntungan—baik di bawah langit mendung maupun cerah.
Baca Juga: 5 Menu yang Sebaiknya Dihindari Saat Sahur dan Berbuka Puasa