Kabar BUMN - Bogor semakin menunjukkan potensinya sebagai kota tujuan wisata budaya.
Selain Cap Go Meh yang sudah menjadi ikon, kini ada rencana menghadirkan Karnaval Pajajaran yang mengangkat sejarah kerajaan Sunda.
Kehadiran event baru ini diharapkan menambah ragam pilihan bagi wisatawan dan memperkaya kalender festival kota hujan.
Baca Juga: Magang BUMN Pelindo 2026 Dibuka! Mahasiswa Semester 7 Bisa Daftar Sebelum 7 Maret
Cap Go Meh: Ikon Festival Kota Bogor
Festival Cap Go Meh Bogor telah menjadi agenda budaya berskala nasional. Terdaftar dalam 125 Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, perayaan ini rutin menarik ribuan pengunjung setiap tahunnya.
Event ini juga menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, dan UMKM di sekitar Jalan Surya Kencana, pusat perayaan di kota.
Baca Juga: Pertamina Perkuat Pengawasan Pasokan Energi Lewat Sistem Digital Hub Terintegrasi
Ragam Atraksi dan Pertunjukan Budaya
Cap Go Meh Bogor menampilkan beragam atraksi, mulai dari liong, Ogoh-ogoh Bali, Kendang Beleq Lombok, Bouraq Cirebon, hingga Reog Ponorogo.
Belasan sanggar seni lokal dari Jawa Barat ikut meramaikan festival, menciptakan suasana meriah yang menonjolkan keberagaman budaya.
Baca Juga: Panduan Membuat Podcast, Salah Satu Side Job Populer untuk Menghasilkan Uang Tambahan
Karnaval Pajajaran: Angkat Sejarah Sunda
Usulan Karnaval Pajajaran muncul untuk menonjolkan identitas sejarah kerajaan Pajajaran. Jika terlaksana, event ini akan menjadi magnet wisata berbasis sejarah, melengkapi karakter Cap Go Meh yang kental dengan akulturasi budaya Tionghoa-Nusantara.
Konsep ini sejalan dengan tren festival di berbagai daerah Jawa Barat yang mengangkat nilai lokal sebagai atraksi wisata.
Baca Juga: Sambut Ramadan hingga Idulfitri 1447 H, Hotel di Kawasan ITDC Hadirkan Beragam Promo Liburan Spesial
Bogor: Kota Plural, Budaya, dan Sejarah
Kota Bogor dikenal sebagai kota plural yang kaya akan budaya dan sejarah. Kehadiran dua festival besar, Cap Go Meh dan Karnaval Pajajaran, diharapkan memperkuat posisi Bogor sebagai destinasi wisata budaya dan sejarah.
Wisatawan kini memiliki lebih banyak pilihan agenda festival sepanjang tahun, sekaligus menikmati kuliner dan suasana kota hujan.