Kabar BUMN - Wae Rebo menjadi salah satu destinasi wisata budaya yang menarik perhatian dunia.
Terletak di ketinggian sekitar 1.000 mdpl, kampung adat ini dikelilingi perbukitan hijau yang masih alami, menciptakan suasana tenang dan jauh dari hiruk pikuk kota.
Pengakuan internasional datang saat Wae Rebo ditetapkan sebagai warisan budaya oleh UNESCO pada 2012.
Baca Juga: 15 Twibbon Paskah 2026 yang Bisa Kamu Pakai Hari Ini, Desain Estetik & Siap Upload
Status ini memperkuat posisinya sebagai desa tradisional yang mampu menjaga keaslian budaya dan arsitektur secara konsisten.
Perjalanan menuju Wae Rebo menjadi bagian dari pengalaman yang tak terpisahkan.
Dari Desa Denge, pengunjung perlu menempuh jalur trekking sekitar tiga jam melewati hutan lebat, sungai kecil, hingga jalur perbukitan.
Baca Juga: Ke Bromo Makin Santai Pakai DAMRI KSPN, Budget Tetap Terkendali
Meski cukup menantang, panorama sepanjang perjalanan memberikan kesan tersendiri.
Daya tarik utama kampung ini terletak pada rumah adat berbentuk kerucut yang dikenal sebagai Mbaru Niang.
Bangunan ini dibuat dari bahan alami seperti kayu dan daun lontar, mencerminkan kearifan lokal yang masih terjaga hingga kini.
Baca Juga: BRI Hadirkan Promo Cicil Emas di BRImo, Bonus Saldo Hingga Rp200 Ribu
Selain keindahan visual, Wae Rebo juga menawarkan pengalaman budaya yang autentik.
Interaksi dengan masyarakat lokal, serta keberadaan produk khas seperti kopi, vanili, dan kayu manis, menjadi nilai tambah yang memperkaya kunjungan.