Kabar BUMN - Aktivitas vulkanik di Gunung Slamet mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa pekan terakhir.
Kondisi tersebut mendorong pengelola untuk mengambil langkah pencegahan demi keselamatan pendaki.
Mulai Sabtu, 4 April 2026, seluruh jalur pendakian resmi ditutup sementara hingga kondisi dinyatakan aman.
Baca Juga: Melihat Lebih Dekat Wae Rebo, Kampung Tradisional yang Mendunia
Aktivitas Kawah Meningkat dan Suhu Naik Drastis
Perubahan visual pada kawah menjadi salah satu indikator utama meningkatnya aktivitas gunung.
Kolom asap putih teramati keluar secara terus-menerus dengan tinggi maksimum mencapai 300 meter dari bibir kawah. Kondisi ini menunjukkan adanya pelepasan gas magmatik atau degassing yang semakin aktif.
Baca Juga: Mahasiswa Telkom University Purwokerto Pelajari Industri Satelit Lewat Kunjungan ke Telkomsat Bogor
Analisis citra termal juga memperlihatkan lonjakan suhu kawah yang cukup tajam. Pada September 2024 suhu tercatat sekitar 247,4°C, lalu meningkat menjadi 411,2°C pada 2 April 2026.
Sebaran anomali panas pun semakin luas dan membentuk pola melingkar di sekitar dinding kawah.
Seluruh Jalur Pendakian Ditutup
Baca Juga: Apresiasi untuk Penggerak Rumah Ibadah, PT Timah Salurkan Bantuan ke Marbot dan Guru Ngaji
Penutupan tidak hanya berlaku untuk satu jalur saja, tetapi seluruh jalur pendakian di berbagai kabupaten.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi bahaya yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Hingga registrasi terakhir, masih tercatat 364 pendaki berada di jalur Bambangan.
Tim SAR telah disiagakan di beberapa titik untuk memastikan tidak ada pendaki yang melanjutkan perjalanan ke puncak. Petugas juga melakukan pemantauan intensif guna mempercepat proses evakuasi jika diperlukan.
Baca Juga: Mau Karier di Bidang HR? PT MUM Buka Lowongan, Fresh Graduate Dipersilakan