Beberapa maskapai Singapura seperti Singapore Airlines dan Scoot sebenarnya telah lebih dulu melarang penggunaan dan pengisian daya power bank selama penerbangan sejak April 2025.
Dengan adanya aturan baru ini, semua maskapai wajib mengikuti kebijakan pembatasan jumlah power bank.
Baca Juga: Bantuan Rp100 Juta Disalurkan, PKT Percepat Pemulihan Korban Kebakaran Berebas Tengah
Penumpang Diminta Menyesuaikan
Otoritas penerbangan memberikan waktu kepada maskapai untuk menyosialisasikan aturan ini kepada penumpang. Informasi juga akan ditampilkan di berbagai titik penting di bandara agar mudah terlihat.
Petugas layanan penumpang dan keamanan bandara juga akan mendapatkan pelatihan khusus. Hal ini dilakukan untuk memastikan proses pemeriksaan berjalan lancar.
Baca Juga: Menteri PKP dan KAI Siapkan Hunian TOD di Kiaracondong untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah
Aturan Lama Tetap Berlaku
Selain pembatasan jumlah, beberapa ketentuan lama masih tetap diberlakukan, antara lain:
- Power bank tidak boleh dimasukkan ke bagasi terdaftar
- Kapasitas power bank tetap mengikuti batas keselamatan
- Power bank harus dilindungi secara individual untuk mencegah korsleting
- Disarankan menggunakan kantong pelindung khusus
Baca Juga: Liburan Edukatif ke Monjali Jogja, Tiket Murah Monumen Yogya Kembali dengan Koleksi Sejarah Lengkap
Maskapai juga dapat menerapkan aturan yang lebih ketat. Karena itu, penumpang disarankan untuk selalu memeriksa kebijakan maskapai sebelum bepergian.
Dengan memahami aturan ini, perjalanan kamu bisa lebih lancar tanpa kendala di bandara. Pastikan jumlah power bank sesuai ketentuan agar tidak perlu membuang perangkat sebelum terbang. ***