Semua warga akan basah kuyup dan seluruh jalanan pun digenangi air selama festival berlangsung.
Dalam Festival Songkran, air menjadi simbol pemurnian diri dan pembawa keberuntungan.
Dalam tradisi Budhha, mandi atau membasuh tubuh dengan air membersihkan seluruh tubuh dan jiwa seseorang.
Baca Juga: Liburan Hemat di Jakarta? Ini Pilihan Hutan Kota yang Cocok untuk Healing Akhir Pekan
Tiga hari
Festival berlangsung selama tiga hari dengan beberapa rangkaian upacara.
Di hari pertama, orang membersihkan rumah dan fasilitas umum, seperti vihara dan sekolah, untuk membuang kesialan tahun lalu.
Dilanjutkan dengan ritual menyiramkan air wangi pada patung-patung Sang Buddha.
Baca Juga: Mandalika Kartini Race 2026: Saatnya Perempuan Indonesia Ngebut di Sirkuit
Di hari kedua, anak-anak akan membasuh kaki orang tua dengan air yang dicampur mawar dan melati.
Tradisi tersebut dinamakan Rot Nam Dam Hua.
Di hari ketiga orang berkunjung ke kuil untuk memberi makanan dan pakaian pada para biksu.
Tak lupa berdoa meminta keberuntungan di tahun yang baru.***