ragam

Jelajah Pola Pikir dan Wawasan Seorang RA Kartini dari 4 Buku yang Difavoritkannya

Senin, 20 April 2026 | 18:30 WIB
Ilustrasi. Kecerdasan seorang RA Kartini tidak lepas dari kesukaannya membaca dan menulis buku. (Pexels/mbrr_k)

Buku terkenal yang terbit tahun 1860 ini menyoroti efek sistem tanam paksa pada pribumi.

Dari buku ini Kartini memeroleh pemahaman tentang pemerintah Belanda yang menindas dan memeras pribumi.

Ia pun menyaksikan langsung kisah-kisah masyarakat itu seperti yang tertulis di buku Max Havelaar.

Baca Juga: Kuliner Nusantara dari Serangga, Ekstrem, Lezat, dan Sangat Tidak Terduga Bahan Asalnya

Hilda van Suylenburg
Buku ini terbit tahun 1897 karya C Goekoop De Jong van Beek En Donk.

Hilda van Suylenburg dianggap sebagai salah satu novel feminis dan best seller di Belanda.

Buku ini berkisah tentang Hilda, perempuan cerdas Den Haag yang ingin kuliah hukum.

Baca Juga: Langkah-langkah Ringan Menjaga Mobil Tetap Bersih dan Nyaman Setiap Hari

Hilda ingin memperjuangkan hak-hak emansipasi perempuan tetapi mendapat banyak tantangan.

Pada masa itu, buku Hilda van Suylenburg sempat menimbulkan banyak perdebatan.

Kartini membaca buku ini sampai tiga kali.

Baca Juga: 7 Cara Alami Menurunkan Darah Tinggi, Efektif dan Bisa Dilakukan di Rumah

Eline Vere
Meskipun Kartini tidak menyebut secara langsung tapi diduga buku karya Louis Coupereus (1889) ini salah satu favoritnya.

Dalam surat Kartini pada Stella, ia menyebutkan kekagumannya pada karya Louis Couperus, terutama soal keindahan bahasa.

Eline Vere sendiri merupakan buku pertama karya Couperus yang sangat populer di Belanda.

Buku ini berkisah tentang ironi kehidupan mewah orang Belanda yang kemudian membawa kehancuran.***

Halaman:

Tags

Terkini