Kabar BUMN - Passive income atau penghasilan pasif kini semakin diminati, terutama oleh generasi muda yang ingin memiliki pemasukan tambahan di luar gaji utama.
Konsepnya sederhana, yakni mendapatkan penghasilan secara rutin tanpa harus terus bekerja aktif setiap waktu.
Meski terdengar menggiurkan, membangun passive income sebenarnya tidak bisa instan.
Dibutuhkan strategi, konsistensi, dan pemahaman yang tepat agar penghasilan pasif bisa berkembang dalam jangka panjang.
Bagi pemula, ada beberapa langkah sederhana yang bisa mulai dilakukan untuk membangun passive income secara realistis dan aman.
Baca Juga: Pantai Krokoh, Hidden Gem di Ujung Gunungkidul yang Masih Sepi dan Alami
1. Pahami Dulu Apa Itu Passive Income
Passive income adalah penghasilan yang tetap mengalir meski seseorang tidak bekerja secara aktif setiap hari.
Contohnya seperti hasil investasi, royalti karya digital, affiliate marketing, hingga bisnis online otomatis.
Meski disebut “pasif”, pada tahap awal tetap diperlukan usaha, modal, atau waktu untuk membangunnya.
Baca Juga: Libur Idul Adha Bareng Keluarga? Ini Tempat Wisata yang Wajib Dicoba
2. Mulai dari Instrumen yang Risikonya Rendah
Bagi pemula, langkah paling aman adalah memulai dari instrumen investasi berisiko rendah seperti reksa dana pasar uang atau deposito.
Reksa dana menjadi salah satu pilihan populer karena modal awalnya cukup terjangkau dan pengelolaannya dilakukan oleh manajer investasi profesional.
Bahkan saat ini investasi reksa dana sudah bisa dimulai dari Rp10 ribu melalui aplikasi digital.
Selain itu, emas digital dan Surat Berharga Negara (SBN) juga banyak dipilih karena dinilai lebih stabil untuk jangka panjang.